Ilustrasi. Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Ilustrasi. Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Tutup Defisit Anggaran, Utang Pemerintah Capai Rp810,8 Triliun

Ekonomi Sri Mulyani defisit anggaran
Husen Miftahudin • 19 Oktober 2020 14:34
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan defisit anggaran hingga akhir September 2020 mencapai Rp682,1 triliun atau setara 4,16 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Untuk menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini, pemerintah melakukan pembiayaan utang.
 
Realisasi pembiayaan utang hingga 31 September 2020 mencapai Rp810,8 triliun atau 66,4 persen dari target pembiayaan utang (Perpres 72/2020) sebesar Rp1.220,5 triliun. Angka ini melonjak 155,1 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang hanya sebanyak Rp317,9 triliun.
 
"Ini terutama yang cukup positif adalah karena likuiditas di dalam perekonomian kita cukup besar, namun demand terutama untuk kredit di perbankan masih sangat rendah. Sehingga ketersediaan untuk pembelian SBN (Surat Berharga Negara) baik oleh sektor perbankan maupun yang lain-lainnya itu cukup baik," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita Edisi Oktober secara virtual, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Secara rinci, pembiayaan utang berasal dari penerbitan SBN dan penarikan pinjaman. Penerbitan SBN mendominasi dengan realisasi per akhir September sebesar Rp790,6 triliun. Angka ini setara 67,4 persen dari target pemerintah hingga akhir 2020 yang dipatok sebanyak Rp1.173,7 triliun.
 
Sementara penarikan pinjaman yang dilakukan pemerintah hingga akhir September 2020 mencapai Rp20,1 triliun atau setara 43,1 persen dari target Rp46,7 triliun hingga akhir tahun ini. Realisasi ini naik 259,5 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang minus Rp12,6 triliun.
 
Selain itu, realisasi pembelian SBN oleh Bank Indonesia melalui lelang di pasar perdana (Surat Keputusan Bersama/SKB 1 antara Menkeu dan Gubernur BI) sudah mencapai Rp61,63 triliun per 13 Oktober 2020. Terdiri dari penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebanyak Rp29,05 triliun dan Surat Utang Negara (SUN) Rp32,58 triliun.
 
Untuk realisasi penerbitan SBN menggunakan skema burden sharing (SKB 2) sudah mencapai Rp229,68 triliun atau 57,77 persen dari target Rp397,56 triliun. Sedangkan pembiayaan non public goods mencapai Rp91,13 triliun atau setara 51,48 persen dari target Rp177,03 triliun.
 
"Untuk PMN (Penyertaan Modal Negara) kita sudah on track sesuai dengan jadwal pencairannya dan tumbuh 145,5 persen untuk membantu berbagai BUMN kita yang memang mengalami tekanan covid-19," pungkas Sri Mulyani.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif