Ilustrasi masyarakat memadati pusat perbelanjaan - - Foto: MI/ Angga Yuniar
Ilustrasi masyarakat memadati pusat perbelanjaan - - Foto: MI/ Angga Yuniar

Kontraksi Konsumsi Rumah Tangga Bikin Pertumbuhan Ekonomi Loyo

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi BPS Ekonomi Indonesia konsumsi rumah tangga
Eko Nordiansyah • 05 Mei 2021 12:14
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 masih mengalami kontraksi 0,74 persen secara year on year (yoy). Kontraksi ini terjadi karena konsumsi rumah tangga belum positif meski mengalami perbaikan.
 
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan konsumsi rumah tangga tercatat kontraksi 2,23 persen. Padahal komponen konsumsi rumah tangga merupakan penyumbang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan porsi mencapai 56,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
 
"Konsumsi rumah tangga masih mengalami kontraksi 2,23 persen, tapi kontraksi ini menunjukan arah yang membaik kalau kita bandingkan dengan kontraksi di kuartal II, kuartal III, dan kuartal IV (2020)," katanya dalam video conference di Jakarta, Rabu, 5 Mei 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain konsumsi rumah tangga, kontraksi pada komponen investasi juga menyebabkan pertumbuhan ekonomi belum bisa positif. Padahal investasi menyumbang hampir 32 persen dari PDB, sehingga bersama konsumsi rumah tangga totalnya mencapai 88,9 persen.
 
"Tantangan yang kita hadapi adalah konsumsi rumah tangga, dimana masih mengalami kontraksi minus 2,23 persen. Sementara investasi masih kontraksi tapi sudah mendekati titik nol karena kontraksinya sangat tipis yaitu 0,23 persen," ungkapnya.

 
Meski begitu, Suhariyanto menyebut kontraksi pertumbuhan ekonomi di kuartal I- 2021 ini lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal ini didukung oleh kinerja konsumsi pemerintah, serta ekspor dan impor yang mulai tumbuh positif di periode ini.
 
"Selama kuartal I ini tiga komponen yang tumbuh menggembirakan, konsumsi pemerintah tumbuh 2,96 persen, ekspor tumbuh impresif 6,74 persen, impor juga tumbuh 5,27 persen," pungkas dia.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif