Ilustrasi hasil lelang DJKN - - Foto:  MI/ Usman Iskandar
Ilustrasi hasil lelang DJKN - - Foto: MI/ Usman Iskandar

Lelang DJKN Capai Rp1,87 Triliun

Ekonomi lelang penerimaan negara bukan pajak Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN)
Antara • 12 Juni 2020 18:51
Jakarta: Lelang Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan berhasil mengumpulkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp1,87 triliun. Pokok lelang mencapai Rp82,96 triliun dalam kurun waktu lima tahun sejak 2016.
 
"Selama 2016 sampai Juni 2020 pokok lelang yang sudah kita capai itu sebesar Rp82,9 triliun. Adapun PNBP yang kita bisa setorkan ke kas negara Rp1,8 triliun. Cukup memadai dalam mendukung perekonomian nasional," kata Direktur DJKN Kementerian Keuangan Joko Prihanto dikutip dari Antara, Jumat, 12 Juni 2020.
 
Joko mengatakan pihaknya akan berusaha meningkatkan hasil lelang yang lebih optimal pada tahun-tahun berikutnya. Apalagi lelang berkontribusi dalam pemulihan perekonomian Indonesia imbas tekanan covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini akan kami upayakan seoptimal mungkin agar tiap tahun meningkat dan kita harapkan situs daringlelang.go.idini bisa mendukung peningkatan hasil lelang," ungkap dia.
 
Menurutnya lelang dapat menggerakkan roda perekonomian melalui peningkatan potensi nilai barang, membantu mengurangi non performing loan (NPL) atau kredit macet perbankan.
 
“Muncul aktivitas merekrut tenaga kerja. Lalu dengan adanya balai lelang juga bisa merekrut pegawai di mana tercipta lapangan kerja cukup besar. Satu balai lelang bisa capai 50 sampai 60 pegawai,” jelasnya.
 
Adapun lelang hanya diselenggarakan melalui 71 Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) yaitu kantor vertikal DJKN di seluruh wilayah Indonesia.
 
Peserta lelang diwajibkan menyetorkan uang jaminan penawaran lelang melalui rekening resmi KPKNL paling sedikit 20 persen dari nilai limit barang yang ditawar untuk dapat melakukan penawaran lelang.

 
Untuk lelang secara konvensional hanya terbatas bagi lelang kayu perhutani dan sukarela melalui syarat pembeli dan penjual tetap hadir fisik dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif