Ilustrasi penduduk miskin - - Foto: dok MI
Ilustrasi penduduk miskin - - Foto: dok MI

Angka Kemiskinan Berpotensi Membengkak

Ekonomi kemiskinan dampak ekonomi covid-19
Suci Sedya Utami • 18 Juli 2020 14:14
Jakarta: Staf khusus Presiden Arif Budimanta menyebut angka kemiskinan di Indonesia akan bertambah seiring dampak pandemi covid-19. Apalagi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II diprediksi minus 4,5 persen hingga minus 5,1 persen (yoy).
 
"Tingginya nilai negatif pertumbuhan ekonomi akan membuat kemiskinan makin besar," kata Arif dalam keterangan resmi, Sabtu, 18 Juli 2020.
 
Ia menambahkan persentase penduduk miskin Indonesia belum lama ini juga meningkat menjadi 9,78 persen. Angka tersebut dicatat hingga Maret 2020 oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Survey berikutnya, pada September 2020, bisa mencatatkan lebih banyak pertambahan kemiskinan itu," ujar dia.
 
Untuk mencegah kontraksi lebih dalam, pemerintah mendorong sisi penawaran dan permintaan melalui percepatan belanja kementerian/lembaga serta pemerintah daerah. Kemudian pemerintah juga memprioritaskan program pemulihan ekonomi nasional bagi masyarakat miskin dan usaha mikro.
 
"Kita harus perbaiki kondisi struktural masyarakat miskin agar dapat mengakses lembaga keuangan, teknologi, dan pasar," ungkap dia.
 
Guru Besar dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, Nunung Nuryartono mengingatkan kemiskinan dapat terjadi akibat perampasan kapabilitas seseorang, selain disebabkan faktor kelangkaan sumber daya alam.
 
"Yakni akibat akses yang tidak terbagi secara merata," ujar Nunung.
 
Karena itu, Nunung meyakini peningkatan akses yang lebih besar bagi masyarakat miskin ke lembaga keuangan, teknologi, dan pasar, akan membantu mendorong perbaikan nasib kaum miskin.
 
Ini terbukti dialami Yeni Aryana, nasabah mikro PT PNM. Yeni mendapat kredit mikro pada akhir 2017 senilai Rp2 juta dari PT PNM. Ia biasa berjualan nasi uduk di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
 
Yeni juga diajari cara membuat masakan lain dan dilatih membuka pasar yang baru, termasuk lewat akses digital. Hasilnya omzet usaha Yeni meningkat dari Rp150 ribu per hari menjadi Rp1,2 juta per hari. Kini Yeni masih memiliki kredit Rp8 juta ke PNM.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif