Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: Kementerian Perindustrian
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: Kementerian Perindustrian

Airlangga: Penggunaan Biodiesel Atasi Defisit Neraca Perdagangan

Ekonomi neraca perdagangan indonesia ekonomi indonesia biofuel
Desi Angriani • 31 Oktober 2019 07:28
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut penggunaan biodiesel atau campuran solar dan minyak kelapa sawit mampu menekan defisit neraca perdagangan nasional. Hal itu tercermin dari penurunan angka impor solar sebanyak 45 persen pada 2019.
 
"Dengan implementasi biodiesel maka masalah defisit neraca perdagangan bisa diselesaikan tentu syaratnya membuat green refineri-nya," ungkap Airlangga di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019.
 
Airlangga menjelaskan pembuatan green refineri untuk mendukung implementasi biodiesel dengan merevitalisasi PT Tuban Petrochemical Industries (TPI). Pasalnya, hidrogen yang dihasilkan dari perusahaan petrokimia itu bisa digunakan untuk pengembangan produk biodiesel B30 hingga B100.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Artinya produksi dan investasi lebih murah dan infrastrukturnya sudah tersedia. Ini kami akan panggil Menteri BUMN untuk dikaji maksimal," terangnya.
 
Lebih lanjut, Airlangga mengungkapkan, implementasi B70 bisa menghemat USD12 miliar dan B100 menghemat USD18 miliar akibat pengurangan impor. Karena itu, pemerintah akan terus mendorong kebijakan biodiesel.
 
"Jadi kalau tahun depan ada B30, kami selanjutnya B40,B50, B70 dan B100," kata mantan Menteri Perindustrian ini.
 
Adapun penggunaan biodiesel jenis B20 menurunkan impor solar sebesar 45 persen pada 2019. Dari jumlah itu, pemerintah berhasil menghemat USD1,66 miliar atau setara Rp23,57 triliun. Penurunan itu dikarenakan penggunaan Fatty Acid Methyl Eter (FAME) atau turunan minyak sawit mentah (CPO).
 
Adapun penyaluran FAME untuk B20 pada Januari-Juli 2019 mencapai 3,49 juta kilo liter. Realisasi penggunaan B20 hingga Juli 2019 mencapai 97,5 persen. Sementara hingga akhir tahun penggunaan B20 diproyeksi hingga 6,197 kiloliter.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif