Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Ekonomi RI Kuartal III Diprediksi Paling Tinggi Tumbuh 4,5%

Ekonomi Ekonomi Indonesia penanggulangan covid-19 PPKM Ekonomi RI Kuartal III-2021
Husen Miftahudin • 14 Oktober 2021 18:51
Jakarta: Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan ekonomi RI kuartal III-2021 akan tumbuh sekitar 3,5 persen sampai 4,5 persen (yoy). Angka prediksi ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kuartal II-2021 yang mencapai 7,07 persen year on year (yoy).
 
"Walaupun turun dari kuartal kedua 2021 sebesar 7,07 persen, namun pemerintah masih optimistis bahwa ekonomi Indonesia akan kembali bangkit," ucap Ibrahim, dalam siaran persnya, Kamis, 14 Oktober 2021.
 
Menurut Ibrahim, optimisme pemerintah tersebut dipengaruhi oleh low base effect dan penanggulangan covid-19 yang semakin baik. Low base effect terjadi ketika ekonomi mengalami pemulihan dari basis perbandingan tahun sebelumnya (kuartal III-2020) yang rendah atau minus 3,49 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun pengendalian covid-19 sampai September sebenarnya beberapa daerah sudah bisa turun status PPKM ke level yang lebih rendah. Hanya saja, belajar dari pengalaman pelonggaran restriksi sebelumnya, diperlukan masa tunggu setelah restriksi dilonggarkan sampai sebelum ekonomi bergeliat kembali.
 
Selain itu, mobilitas masyarakat yang membaik mulai akhir kuartal ketiga atau September 2021 turut menopang belanja masyarakat. Karena itu, konsumsi rumah tangga pun mulai rebound, disusul oleh produksi industri manufaktur yang tercatat memasuki fase ekspansi.
 
Ibrahim menuturkan bahwa Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur per September 2021 mencapai 52,2 atau berada di atas level 50 (ekspansif). Hal itu menandakan bahwa produsen mulai berekspektasi pemulihan permintaan domestik cukup solid hingga akhir tahun.
 
"Apalagi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2022, masyarakat akan semakin banyak melakukan belanja dan wisata ke depan sehingga konsumsi masyarakat diperkirakan akan terus membaik," paparnya.
 
Sementara itu, secara global, booming komoditas yang masih berlangsung pada kuartal III-2021 cukup membantu pemulihan sektor perkebunan maupun pertambangan. Hal itu terlihat dari kinerja ekspor yang masih bisa bertahan positif dengan surplus perdagangan sebesar USD4,7 miliar per Agustus 2021 lalu.
 
"Tren pembukaan kembali aktivitas ekonomi pasca covid-19 membuat komoditas Indonesia diperebutkan oleh banyak negara," pungkas Ibrahim.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif