Ilustrasi (MI/USMAN ISKANDAR)
Ilustrasi (MI/USMAN ISKANDAR)

BI Sempurnakan Aturan Penerbitan Sukuk

Ekonomi bank indonesia sukuk
Husen Miftahudin • 01 Mei 2019 06:01
Jakarta: Bank Indonesia (BI) menerbitkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 21 Tahun 2019 tentang Perubahan Ketiga atas PBI Nomor 20 Tahun 2018 tentang Operasi Moneter. Ketentuan itu disempurnakan dalam rangka memperkuat operasi moneter berdasarkan prinsip syariah.
 
"Substansi pengaturan dalam perubahan ketiga PBI Operasi Moneter mengatur perluasan underlying asset penerbitan Sukuk Bank Indonesia (SukBI) yang kini dapat menggunakan sukuk global yang dimiliki oleh BI sebagai underlying asset SukBI," jelas BI, dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu, 1 Mei 2019.
 
Selain itu, terdapat penyempurnaan terhadap akad Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Syariah (FASBIS) sesuai dengan opini dari Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Semula menggunakan akad wadi'ah menjadi akad ju'alah. Ketentuan ini mulai berlaku pada 29 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun materi pengaturan PBI tersebut, berisi:
 
1. Penempatan dana rupiah (deposit facility) dalam Standing Facilities Syariah dilakukan dengan mekanisme BI menerima penempatan dana rupiah dari peserta Standing Facilities Syariah tanpa menerbitkan surat berharga.
 
2. Penempatan dana rupiah (deposit facility) sebagaimana dimaksud pada angka 1 salah satunya dilakukan dalam bentuk Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Syariah (FASBIS).
 
3. Penempatan dana rupiah (deposit facility) sebagaimana dimaksud pada angka 2 menggunakan akad ju’alah.
 
4. Karakteristik SukBI yang diterbitkan Bank Indonesia adalah sebagai berikut:
a. Menggunakan underlying asset berupa SBSN dan/atau sukuk global;
b. Berjangka waktu paling singkat satu hari dan paling lama 12 bulan yang dinyatakan dalam jumlah hari kalender, yang dihitung sejak satu hari setelah tanggal penyelesaian transaksi sampai dengan tanggal jatuh waktu;
c. Diterbitkan tanpa warkat (scripless);
d. Dapat diagunkan kepada Bank Indonesia;
e. Hanya dapat dibeli oleh Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah di pasar perdana;
f. Dapat diperdagangkan (tradable) di pasar sekunder; dan
g. Hanya dapat dimiliki oleh bank.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif