Ketua Komisi XI DPR RI, Fadel Muhammad, menyatakan pihaknya menginginkan agar pemanfaatan ruang fiskal diarahkan pada penurunan kemiskinan, penurunan gini rasio, pengurangan gap struktural dan ragional, perluasan kesempatan kerja dan kesempatan berusaha.
"Kami ingin sekali itu diperhatikan secara khusus oleh pemerintah," kata Fadel, dalam Rapat Kerja Komisi XI dengan Pemerintah, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (26/1/2015) malam.
Oleh karena itu, bukan hanya terkait asumsi makroekonomi yang dimasukkan dalam APBN-P 2015 nantinya, namun Komisi XI juga menambahkan adanya target-target pembangunan yang dimasukkan.
Fadel menyebutkan, untuk tingkat pengangguran tahun ini diharapkan pemerintah mampu membawanya pada level 5,6 persen, sementara untuk tingkat kemiskinan ada pada level 10,3 persen.
"Kami lama berdebat mengenai tingkat kemiskinan, komisi XI menginginkan adanya extra effort single digit tapi pemerintah berasumsi masih sulit, maka coba lah kita patok pada sebuah angka realistis 10,3 persen," terang dia.
Sementara untuk gini rasio atau tingkat kesenjangan sosial yang selama ini sangat memprihatinkan diharapkan turun menjadi 0,3 persen. Namun, pemerintah belum berani menyanggupi, akhirnya yang disepakati yakni 0,40 persen. Perlu diketahui, indeks rasio gini saat ini menunjukan pada angka yang berbahaya yakni 0,43 persen, seperti yang pernah dikatakan Kepala Bappenas, Andrinof Chaniago.
"Lalu untuk indeks pertumbuhan manusia (IPM) disepakati sebesar 69,4 persen dengan metode perhitungan baru," pungkas Fadel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News