Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara - - Foto: dok Kemenkeu
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara - - Foto: dok Kemenkeu

Konsolidasi Fiskal Jadi Pilar Menjaga Kredibilitas Kebijakan Makro Indonesia

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Kementerian Keuangan Ekonomi Indonesia kebijakan fiskal Middle income trap
Eko Nordiansyah • 24 April 2022 17:30
Jakarta: Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan konsolidasi fiskal menjadi pilar dalam menjaga kredibilitas kebijakan makro Indonesia. Hal ini demi menghindari jebakan pendapatan di tingkat menengah (middle income trap).
 
Untuk menghindari jebakan itu, Indonesia harus berada pada pertumbuhan ekonomi jangka menengah dengan rata-rata sekitar enam persen. Tahun ini, pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada 5,1 sampai 5,2 persen dan  5,3 hingga 5,9 persen pada 2023. 
 
"Dalam kondisi seperti ini, pertumbuhan ekonomi akan mendorong Indonesia, namun dari sisi fiskal kita harus tetap fleksibel dan hati-hati. Kita harus tetap memposisikan posisi fiskal sebagai shock absorber namun tetap harus hati-hati," kata dia dilansir dari laman resmi Kemenkeu di Jakarta, Minggu, 24 April 2022.
 
Suahasil menyebut, posisi fiskal (APBN) sudah menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang besar selama dua tahun terakhir. Namun, dengan mulai adanya pemulihan ekonomi, sumber pertumbuhan ekonomi harus juga didukung dari sisi konsumsi dan investasi.
 
"Begitu konsumsi bisa tumbuh, begitu investasi bisa tumbuh, dan karena kita memasuki pemulihan maka fiskal melakukan konsolidasi. Fiskal kita konsolidasikan lagi supaya kondisi APBN-nya kembali menjadi lebih sehat dan menjadi lebih siap siaga lagi kalau (sewaktu-waktu) kita mengalami syiok yang baru," ungkapnya.
 
Konsolidasi fiskal dengan mengembalikan kembali batasan defisit APBN dibawah tiga persen menjadi suatu keharusan sebagai jangkar stabilitas makro. Menurutnya, beberapa lembaga pemeringkat/rating dunia menghargai dan memberikan apresiasi terhadap kebijakan makro ekonomi Indonesia ini sehingga harus terus dijaga dan dipertahankan.
 
"Kita selalu mengatakan bahwa komitmen konsolidasi fiskal kita menjadi salah satu pilar kredibilitas kebijakan makro di Indonesia. Kita akan jaga ini," ujar Suahasil.
 
Ia menegaskan, peran APBN akan terus dijaga supaya tetap fleksibel, antisipatif, dan responsif. Dari sisi pendapatan negara, pemerintah akan terus melakukan konsolidasi pendapatan. Pemerintah akan mendukung konsolidasi APBN menuju defisit di bawah tiga persen pada tahun depan. 
 
Pagu alokasi anggaran belanja K/L juga akan dijaga sehingga tetap akan mendorong pertumbuhan ekonomi, namun menjadi lebih efisien, efektif, dan produktif. Selain itu, penajaman belanja akan terus dilakukan, fleksibilitas belanja akan terus diantisipasi, dan dengan diikuti peningkatan pelayanan publik untuk masyarakat.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif