Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: Kemenko Perekonomian
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: Kemenko Perekonomian

Pemerintah Siapkan Talenta Berdaya Saing Optimalkan Potensi Ekonomi Digital

Angga Bratadharma • 06 Desember 2022 11:57
Jakarta: Pergeseran perilaku masyarakat ke arah less contact economy akibat pandemi covid-19 telah mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia saat ini. Ditopang oleh sektor e-commerce, ride hailing, online media, dan online travel, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan menjelma menjadi yang tertinggi di ASEAN.
 
Tak main-main, nilainya diramal berkisar menembus USD146 miliar di 2025. Seiring dengan tingginya potensi ekonomi digital tersebut, Indonesia juga diuntungkan dengan bonus demografi yang akan terjadi pada 2030.
 
Dengan estimasi jumlah angkatan kerja produktif mencapai 64 persen dari total penduduk, pemerintah berkomitmen memanfaatkan momentum tersebut guna mempercepat pembangunan berbagai sektor, salah satunya transformasi digital dengan mendorong kualitas dan daya saing SDM.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengungkapkan mendukung transformasi digital di Indonesia, pemerintah memberikan beberapa dukungan program pengembangan talenta digital.
Baca:  Nggak Bakal Rugi! Cek 7 Manfaat Menabung Ini

"Seperti Program Siber Kreasi, Digital Talent Scholarship, Digital Leadership Academy, serta Kartu Prakerja juga terus didorong agar mampu memenuhi kebutuhan sembilan juta talenta digital hingga 2030," ungkap Susiwijono, dilansir dari keterangan tertulisnya, Selasa, 6 Desember 2022.
 
Pemerintah juga turut mendorong kebijakan pendidikan dan pelatihan vokasi untuk mempercepat investasi SDM dalam memenuhi kebutuhan kompetensi yang sejalan perkembangan tren global, dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi yang berfokus pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Politeknik, dan Balai Latihan kerja (BLK).
 
Selain untuk mengoptimalkan potensi ekonomi digital, penyiapan SDM yang unggul juga dinilai akan mampu menghadapi tantangan dalam era revolusi industri saat ini. Peningkatan literasi masyarakat secara inklusif menjadi salah satu langkah yang ditempuh Pemerintah untuk mendorong kemampuan masyarakat dalam menangkap peluang di era revolusi industri 5.0 tersebut.
 
"Oleh karena itu, transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial diharapkan dapat meningkatkan literasi informasi masyarakat berbasis teknologi informasi dan komunikasi, meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan kreativitas dan memangkas kesenjangan akses informasi, agar menjadi pembelajaran sepanjang hayat," tuturnya.

 
Ketersediaan infrastruktur digital sebagai enabler penting dalam peningkatan literasi digital juga tak luput dari fokus pengembangan pemerintah. Pembangunan sarana dan prasarana konektivitas digital, mulai dari menara BTS, jaringan fiber optic dan data center, satelit multifungsi, hingga rencana pemanfaatan low orbit satellite terus dilakukan pemerintah.
 
"Untuk menjamin ketersediaan infrastruktur digital yang memadai," pungkasnya.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif