Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: dok AFP
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: dok AFP

Sri Mulyani Jamin Komitmen Pengelolaan SDM di Masa Pandemi

Ekonomi Sri Mulyani Kualitas SDM pandemi covid-19
Eko Nordiansyah • 10 Oktober 2020 16:00
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjamin komitmen pemerintah dalam melindungi sumber daya manusia (SDM) selama pandemi covid-19. Sejak awal wabah, pemerintah merespons dengan menitikberatkan pada perlindungan masyarakat mulai dari perlindungan sosial, kesehatan hingga Usaha Kecil Menengah (UKM).
 
Respons tersebut dilakukan pemerintah dengan meningkatkan anggaran yang belum pernah dilakukan dalam praktik kebijakan fiskal sebelumnya. Bahkan, pemerintah memperluas defisit fiskal hingga 6,3 persen dari umumnya tiga persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

 
"Hal ini tentunya tidak hanya penting bagi kami untuk dapat merespons pada akhirnya, tetapi juga bagaimana kami akan menghabiskan waktu selama keadaan darurat ini dan dengan urgensi untuk mengambil tindakan dengan sangat cepat," katanya dilansir dalam laman resmi Kemenkeu, Sabtu, 10 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan penyediaan pelayanan kesehatan yang berkualitas masih menjadi yang terpenting bagi pemerintah. Pandemi covid-19 yang terjadi saat ini mengancam tersedianya pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat luas, termasuk kebutuhan kapasitas fasilitas kesehatan bagi pasien covid-19 yang terus meningkat.
 
Untuk itu, pemerintah melakukan banyak langkah dalam meningkatkan cakupan layanan ini termasuk mengubah banyak bangunan dan hotel, gedung pemerintah menjadi pusat isolasi dan perawatan kesehatan covid-19. Hal ini juga untuk menjawab persoalan keterbatasan kapasitas rumah sakit.
 
“Sistem kesehatan nasional tetap menjadi prioritas utama dalam arah kebijakan kami. Kami menyadari bahwa upaya kita semua membutuhkan banyak investasi tambahan yang harus aman dan kami menempatkan ini sebagai prioritas utama dalam anggaran kami," ungkapnya.
 
Selain itu, pemerintah menaruh perhatian terhadap masalah gizi buruk dan stunting. Kemudian memberikan akses internet dan listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu untuk mendukung pelaksanaan pendidikan jarak jauh selama masa pandemi covid-19.
 
"Saya pikir, perlu dibahas untuk pertemuan ini ketersediaan vaksin. Ini adalah salah satu masalah yang paling kritis dan kompleks bahkan jika Anda memiliki sumber daya. Jadi, saya akan menyambut baik keterlibatan Bank Dunia dan juga program untuk membantu banyak negara untuk vaksin ini," pungkasnya.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif