LG. Foto : AFP.
LG. Foto : AFP.

Alasan Danone, LG, Unilever Betah Investasi di Indonesia

Ekonomi perpajakan unilever indonesia
Annisa ayu artanti • 05 Februari 2020 18:34
Jakarta: Danone, LG, dan Unilever sepakat mengungkapkan alasan potensi pasar yang besar dan diskon pajak membuat mereka betah berinvestasi di Indonesia.
 
Hal itu disampaikan mereka dalam Mandiri Investment Forum 2020. Director of Indonesia Business Solution LG International Chaol Min mengatakan populasi dan ekonomi Indonesia menjadi pertimbangan utama perusahaan berinvestasi di Indonesia. Dari pertimbangan itu perusahaan mengkalkulasi bahwa pasar LG di Tanah Air sangat besar.
 
"Seperti yang Anda ketahui Indonesia adalah populasi tertinggi keempat di dunia dimana kelas menengah 45 persen. Jadi memiliki potensi bagus dalam hal bisnis," kata Chaol Min, di Hotel Fairmount, Jakarta, Rabu, 5 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Chaol menyebutkan LG telah berinvestasi di Indonesia puluhan tahun. Dalam 10 tahun terakhir LG telah berinvestasi sekitar USD600 juta. LG berinvestasi diberbagai sektor mulai dari crude palm oil, batu bara, hingga pembangkit. Karena potensi investasi yang besar kedepannya LG akan membuka bisnis baru di Indonesia.
 
"Kami akan mulai bisnis baru seperti petrochemical trading dan lain-lain," sebut Chaol.
 
Sementara Country CEO Danone Aqua Corine Tap menyampaikan tidak hanya pasar Indonesia yang sangat besar tapi banyak kerja sama yang bisa dilakukan perusahaan-perusahaan dengan pemerintah Indonesia. Salah satunya penanganan stunting. Persoalan ini juga menjadi fokus Danone.
 
"Jadi kami percaya, bisnis kami tidak hanya bergerak untuk mencari profit tapi juga begerak dibidang kesehatan," ungkap Corine Tap.
 
Alhasil, lanjut Corine Tap, bisnis Danone di Indonesia menjadi role model bisnis Danone di berbagai negara. "Bagi Danone, Indonesia adalah pasar yang sangat menarik karena kami sangat tertaik dengan bisnis sustainable secara finacial. Dan Indonesia adalah role model kami untuk jaringan Danone global," ujarnya.
 
Sedangkan Unilever mengakui ada empat alasan utama Unilever berpuluh-puluh tahun melanjutkan investasi di Indonesia. Vice President Unilever Amit Mohta mengatakan, alasan pertama adalah Indonesia merupakan produsen palm oil terbaik. Hasil palm oil Tanah Air diakui lebih baik dari pada negara-negara lain. Kedua, potensi pasar Indonesia sangat besar.
 
"Lalu selain ketersediaan SDA (Sumber Daya Alam) dan SDM (Sumber Daya Manusia), keuntungan pajak yang ditawarkan lebih meungkinkan investasi di sini," sebut Amit.
 
Unilever, lanjut Amit, juga berkesempatan mengembangkan beberapa pulau-pulai penting di Indonesia. Saat ini yang sedang digarap perusahaan adalah Sumatra.
 
"Komitmen pemerintah kerja sama untuk mengembangkan Pulau Sumatera. Karena pulau di luar tidak terlalu dikembangkan. Jadi kami melihat kerja sama untuk mengmbangkan area tersebut," pungkasnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif