Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Desi Angriani
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Desi Angriani

Forum Perdagangan, Industri, dan Investasi G20 Siap Digelar di Solo dan Labuan Bajo

Husen Miftahudin • 02 Maret 2022 16:28
Jakarta: Pertemuan Forum Perdagangan, Investasi, dan Industri atau Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG) G20 akan dilaksanakan sebanyak tiga kali, yang ditutup dengan pertemuan tingkat menteri.
 
Direktur Kerja Sama Regional dan Multilateral Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Fajar Usman mengatakan pertemuan perdana dan kedua digelar di Kota Solo pada 29-30 Maret 2022 dan 7-9 Juni 2022. Sedangkan pertemuan ketiga dan pertemuan tingkat menteri dilaksanakan di Labuan Bajo pada 19-20 September 2022 dan 23 September 2022.
 
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan menjadi tuan rumah pada pertemuan pertama TIIWG G20, sementara Kementerian Investasi/BKPM akan menjadi tuan rumah pada perhelatan kedua. Sedangkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan menjadi tuan rumah untuk pertemuan TIIWG G20 ketiga dan tingkat menteri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami tiga kementerian ini sudah berupaya mempersiapkan segalanya, baik dari sisi penyelenggaraan maupun juga dari sisi substansi isu yang akan dibahas dalam pertemuan TIIWG," ungkap Fajar, dalam diskusi bertajuk 'Sinergi Sukseskan Agenda Presidensi G20' yang digelar secara virtual, Rabu, 2 Maret 2022.
 
Lebih lanjut, Fajar menjelaskan, isu yang akan diangkat oleh Kementerian Investasi/BKPM pada pertemuan kedua di Kota Solo adalah terkait dengan investasi berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan semangat Kota Solo yang mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan.
 
"Sehingga, ini akan sejalan dengan apa yang menjadi misi kami untuk mendorong investasi yang berkelanjutan di Kota Solo, tepatnya melalui pusat unggulan Iptek UNK menjadi pusat pengembangan baterai lithium yang akan mendukung terbangunnya ekosistem yang berkelanjutan," terang dia.
 
Fajar mengatakan bahwa pihaknya menghitung akan ada sekitar 156 delegasi yang dapat hadir secara langsung. Jumah tersebut terdiri dari 20 negara anggota G20 termasuk Uni Eropa, negara undangan, serta organisasi internasional seperti Bank Dunia, WTO, OECD, dan lainnya.
 
"Kehadiran untuk pertemuan pertama di akhir Maret kita akan lakukan hybrid, jadi tidak semua delegasi akan hadir fisik. Tapi kami sudah siapkan untuk delegasi yang hadir fisik juga memungkinkan," pungkas Fajar.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif