Bea keluar ekspor minerba dinilai pas -- REUTERS/Beawiharta
Bea keluar ekspor minerba dinilai pas -- REUTERS/Beawiharta

Menkeu: Bea Keluar Ekspor Minerba Sudah Pas

Ekonomi bea keluar minerba
Irene Harty • 29 Juli 2014 15:01
medcom.id, Jakarta: Bea keluar untuk ekspor mineral dan batu bara (minerba) yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) sebesar 7,5% sudah pas sehingga memungkinkan perusahaan untuk melakukan ekspor.
 
Sedangkan dulu, bea keluar ekspor minerba mencapai 25% yang mengakibatkan tidak adanya ekspor karena dianggap terlalu tinggi.
 
"Untuk yang sekarang ya tidak terlalu rendah tidak terlalu tinggi yang memungkinkan perusahaannya ekspor," ujar Menkeu Chatib Basri, saat open house di kediamannya, Senin, 28 Juli 2014.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jadi bea keluar, menurut Menkeu, memang harus dibuat berdasarkan level yang mana perusahaan masih mampu melakukan ekspor tetapi masih cukup tinggi untuk memaksa pembangunan smelter.
 
Hal paling penting dari pengenaan bea keluar menurut Chatib adalah penurunannya yang berdasarkan kemajuan pembangunan smelter.
Dengan tidak adanya titik balik jika pemberian uang jaminan (comitment fee) sudah mencapai 30%, para pengusaha mesti siap melanjutkan pembangunan smelter hingga selesai.
 
"Berdasarkan ESDM (Kementerian ESDM), 30% adalah point of no return, 30% dari total investasi, karena cost nya sudah terlalu besar kalau tidak dilanjutin," tukas Chatib.
 
Adapun comitment fee yang telah menjadi kesepakatan antara PT Freeport Indonesia dengan pemerintah Indonesia mencapai US$115 juta.
 
Jadi dalam pandangan Chatib ada tiga keuntungan yang diperoleh oleh pemerintah Indonesia dengan pemberlakuan bea keluar ini, yakni pemasukan dari investasi ekspor, peningkatan pendapatan, dan terbangunnya smelter.
 
Dia pun mendapatkan kabar bahwa dari asosiasi mineral bahwa perusahaan akan mulai melakukan ekspor sembari membangun smelter.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif