BI Sebut Bank tak Punya Alasan Naikkan Bunga
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (FOTO: ANTARA/Sigid Kurniawan)
Jakarta: Bank Indonesia (BI) memastikan bank tak punya alasan untuk segera menaikkan suku bunga deposito maupun kredit. Meskipun bank sentral dua kali menaikkan suku bunga acuan dengan masing-masing 25 basis poin (bps) menjadi 4,75 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, saat ini likuiditas sangat mencukupi bagi perbankan. Dengan demikian, perbankan tak perlu bersaing menaikan suku bunga deposito untuk mendapatkan likuiditas yang nantinya digunakan menyalurkan kredit.

"Kami sudah sampaikan bahwa BI akan memastikan likuiditas lebih dari cukup. Bukan cukup lagi, tapi lebih dari cukup. Maka dengan likuiditas itu, tidak ada alasan bagi perbankan, untuk naikkan suku bunga," kata Perry di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 8 Juni 2018.

Dirinya menambahkan, likuiditas sejak pertengahan Mei lalu sempat mengetat karena tingginya penarikan dana untuk kebutuhan ramadan-lebaran. Namun sampai saat ini Perry mengklaim tak perlu ada kekhawatiran jika likuiditas mengetat.

Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto sebelumnya menyebutkan kenaikan suku bunga acuan seperti halnya dengan penurunan suku bunga acuan. Jika bank sentral melakukan penyesuaian maka bank akan menyesuaikan suku bunga BI meski dalam waktu yang tidak singkat.

"Saat BI menurunkan suku bunga acuannya, kredit juga akan menurun tapi jumlahnya tidak sebesar suku bunga acuan yang kita turunkan. Begitu juga saat kita menaikkan, tidak serta merta akan diikuti dalam jumlah yang sama, bahkan jauh lebih kecil," pungkasnya.

Sementara itu, rasio kredit terhadap pendanaan atau Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan juga meningkat pada April 2018 yang mencapai 89,86 persen. Angkan ini juga meningkat dibandingkan Maret 2018 yang mencapai 89,61 persen.



(AHL)