Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Menkeu Ingatkan K/L Tak Jemawa Raih Opini WTP dari BPK

Ekonomi bpk kementerian lembaga lkpp
Husen Miftahudin • 12 Juni 2019 19:40
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyambut gembira raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2018 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Maklum, pemerintah pusat telah meraih WTP tiga kali beturut-turut sejak 2016.
 
Namun demikian, Sri Mulyani mengingatkan agar raihan tersebut tak membuat kementerian/lembaga (K/L) jemawa. Baginya, raihan WTP harus menjadi pelecut K/L untuk meningkatkan pengelolaan dan pertanggungjawaban terhadap keuangan negara.
 
"Walaupun kita mencapai WTP tiga tahun berturut-turut, tidak menjamin kita akan terus mendapat WTP," ujar Sri Mulyani di Kantor BPK, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Juni 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, raihan WTP merupakan hasil kerja keras seluruh K/L dan kerja sama yang baik antara pemerintah pusat dengan BPK. "Ini menjadi modal bagi kita untuk terus melakukan perbaikan sehingga kondisi dan prestasi yang sudah dicapai Insyaaallah bisa dipertahankan," tegasnya.
 
Sri Mulyani yang mewakili pemerintah bakal menindaklanjuti temuan dan rekomendasi dalam laporan BPK. Dia pun meminta para menteri untuk memimpin perbaikan temuan BPK.
 
"Ini harus dinyatakan di dalam action plan yang dilengkapi dengan timeline penyelesaian yang jelas dan menyampaikan hasil monitoring tersebut secara periodik," imbuh dia.
 
Kendati demikian Sri Mulyani mengklaim LHP LKPP 2018 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Dari 86 laporan keuangan K/L dan satu laporan bendahara umum negara, terdapat 82 institusi lembaga mendapatkan opini WTP untuk laporan 2018.
 
"Kita juga berharap hasil WTP tersebut bisa diterjemahkan dalam bentuk manfaat anggaran yang berguna dan bermanfaat bagi masyarakat dan perekonomian," tutup Sri Mulyani.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif