Berikut, beberapa negara yang rawan mengalami resesi, seperti dilansir Forbes, Selasa, 29 Oktober 2019.
1. Hong Kong
Hong Kong dipastikan memasuki masa resesi setelah lebih dari lima bulan terjadi protes anti-pemerintah. Menteri Keuangan Hong Kong Paul Chan mengatakan Hong Kong tidak mungkin mencapai target pertumbuhan ekonomi tahunan pada tahun ini.Pemerintah Hong Kong akan mengumumkan perkiraan pertumbuhan ekonomi pada Kamis, 31 Oktober 2019. Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi tercatat negatif pada kuartal kedua.
"Jika situasi berlanjut pada kuartal ketiga, artinya ekonomi Hong Kong telah memasuki resesi teknis," kata Paul Chan dalam sebuah postingan blog.
2. Inggris
Ekonomi Inggris menyusut untuk pertama kalinya selama hampir tujuh tahun. Ditambah Brexit, dapat mengirim negara ini ke jurang resesi. PDB Inggris hingga Juni menyebabkan kontraksi sebesar 0,2 persen dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Para analis memperkirakan pertumbuhan Inggris akan datar.Keputusan Brexit akan membuat pertumbuhan ekonomi melambat. Hal itu terlihat dari melemahnya poundsterling yang terus turun seiring mendekati tenggat waktu Brexit.
3. Jerman
Jerman, negara dengan ekonomi terbesar di Uni Eropa, berpotensi jatuh ke jurang ke resesi berkat penurunan di sektor manufaktur serta penjualan mobil global yang lesu. Kementerian Ekonomi Jerman mengatakan bahwa barang 'Made in Germany' turun 0,6 persen pada September 2019.4. Tiongkok
Ekonomi Tiongkok juga terus melambat di tengah perang dagang, meskipun belum dalam masa resesi. IMF memperkirakan ekonomi Tiongkok hanya tumbuh 5,8 persen pada 2020, turun dari 6,6 persen pada 2018 dan perkiraan 6,1 persen pada 2019. Ekonomi lain yang sangat tertekan di seluruh dunia termasuk Turki, Argentina, Iran, Meksiko, dan Brasil.Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News