medcom.id, Jakarta: Bank Indonesia (BI) akhirnya menurunkan suku bunga acuan (BI rate) sebesar 25 basis poin (bps) ke level 7,25 persen. Penurunan BI rate bakal berdampak positif bagi pasar modal Indonesia, khususnya emiten perbankan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
"Hal itu sebenarnya tanda bagus bagi kondisi pasar modal Indonesia, terlebih khususnya kepada emiten perbankan," jelas Direktur Utama BEI Tito Sulistio di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (14/1/2016).
IPO perbankan pun cukup bagus, dia menunjukkan, emiten perbankan yang berani listing di awal 2016 yaitu PT Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO). Banyak juga perbankan syariah yang mendaftar ke bursa untuk melakukan listing.
Agar menjadi katalis positif bagi pasar modal, Tito mengharapkan, pemerintah bisa menekan inflasi di level 2,5 persen. Dengan melihat tingkat inflasi sebesar 3,3 persen di akhir 2015.
"Negara lain kan sekarang masih negatif (inflasi). Jadi ini tanda bagus buat kita," pungkas dia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan