Ilustrasi buruh rokok. (FOTO: MI/Bagus Suryo)
Ilustrasi buruh rokok. (FOTO: MI/Bagus Suryo)

Penerimaan Cukai Rokok Naik hingga Rp9,43 Triliun

Ekonomi industri rokok tembakau kementerian keuangan penerimaan negara bukan pajak
Eko Nordiansyah • 20 Maret 2019 07:59
Jakarta: Kementerian Keuangan mencatat penerimaan cukai rokok atau cukai hasil tembakau (CHT) sebesar Rp9,43 triliun sampai dengan Februari 2019. Penerimaan CHT mengalami kenaikan signifikan sebesar 1.638,21 persen, serta mencapai 5,94 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.
 
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan kenaikan CHT disebabkan oleh adanya pelunasan dari pembelian pita cukai di Desember 2018, yang jatuh temponya pada Februari 2019. Hal ini sebagaimana Peraturan Menteri Keuangan Nomor 57/PMK.04/2017.
 
"Cukai tembakau tidak dibeli pada Desember tapi dinormalisir pembeliannya pada Februari. Jadi seolah-olah penerimaan Januari-Februari meningkat tinggi padahal ada perubahan skema pembelian," kata dia di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa, 19 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya menambahkan perubahan aturan ini membuat penerimaan CHT tidak bisa dibandingkan dengan tahun lalu. Apalagi penerimaan CHT juga disebabkan adanya kenaikan tarif efektif CHT karena pertumbuhan produksi terutama dari pabrik rokok golongan 1.
 
Kinerja CHT berkontribusi hingga 99,67 persen terhadap pertumbuhan penerimaan cukai. Hingga Februari 2019, penerimaan cukai tercatat sebesar Rp10,08 triliun atau tumbuh 768,89 persen dari periode sama tahun lalu, dan telah mencapai 6,09 persen dari target APBN 2019.
 
Sementara penerimaan cukai Minuman yang Mengandung Etil Alkohol (MMEA) hingga Februari 2019 sebesar Rp610 triliun. Kinerja tersebut mengalami pertumbuhan 3,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, atau mencapai 12,12 persen dari target APBN 2019.
 
Performa MMEA tersebut didorong oleh produksi Golongan A yang mulai tumbuh sebesar 5,82 persen di Februari 2019 ini.
 
Sedangkan capaian penerimaan etil alkohol (EA) sampai dengan Februari 2019 adalah sebesar Rp200 miliar triliun. Penerimaan ini baru mencapai 13,50 persen dari target APBN tahun ini.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif