Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Tren Investasi Makin Bergeliat Pascapemilu 2019

Ekonomi investasi realisasi investasi pemilu serentak 2019
Ilham wibowo • 24 April 2019 18:38
Jakarta: Pemerintah memprediksi tren peningkatan investasi akan meningkat pascapemilu 2019. Momentum ini dinilai perlu dimanfaatkan untuk menekan defisit neraca perdagangan.
 
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono mengaku optimistis tren peningkatan geliat ekonomi tersebut mulai berlangsung.
 
Data Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) dari 2003-2018 menunjukkan perkembangan investasi selama satu tahun sebelum Pemilu cenderung mengalami penurunan. Sedangkan setelah Pemilu cenderung meningkat, terutama pada investasi asal luar negeri.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah juga akan memanfaatkan peningkatan investasi guna mengurangi defisit transaksi berjalan. Selain itu, dua strategi lain juga akan dilakukan yaitu mengendalikan impor dan meningkatkan ekspor.
 
"Belajar dari negara-negara yang berhasil keluar dari middle income trap, kunci keberhasilan pembangunan berkelanjutan adalah memperkuat daya saing ekonomi dengan mendorong ekspor dan investasi sebagai komponen utama pertumbuhan ekonomi," ujar Susiwijono melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 24 April 2019.
 
Ia juga turut menggarisbawahi ketidakpastian ekonomi global yang makin dalam. Kondisi ini menuntut pemerintah untuk berhati-hati dalam merumuskan bauran kebijakan yang tepat.
 
Dalam jangka pendek, Pemerintah menitikberatkan pada perbaikan iklim usaha melalui Online Single Submission (OSS) dan e-Gov. Penyediaan fasilitas insentif perpajakan dan pengembangan SDM atau program vokasi dilakukan serta kebijakan peningkatan ekspor dan pengembangan pariwisata.
 
"Jangka menengah-panjang, Pemerintah fokus pada pembangunan infrastruktur dan pengembangan SDM," paparnya.
 
Mengenai pertumbuhan ekonomi, Pemerintah menargetkan akan tumbuh sebesar 5,3 persen untuk 2019, dan kisaran 5,3-5,6 persen pada 2020. Salah satu prasyarat untuk merealisasikannya, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mesti tumbuh di kisaran 7,0-7,4 persen.
 
Susiwijono pun menambahkan kebutuhan investasi untuk 2020 diperkirakan sebesar Rp5.803 triliun sampai dengan Rp5.823 triliun. Angka tersebut akan dipenuhi dari sektor perbankan yang diharapkan tumbuh 13,5-15 persen serta sektor pasar modal yang diproyeksi tumbuh 10 persen.
 
Pemerintah pun perlu terus mengalokasi belanja produktif melalui peningkatan Belanja Modal di APBN. Sementara dukungan dari Pemerintah Daerah yakni melalui alokasi anggaran infrastruktur dengan didorong ketentuan alokasi sebesar 25 persen dari total Dana Transfer Umum sehingga mampu mendukung kebutuhan investasi.
 
Alokasi capital expenditure BUMN juga diprediksi berkisar antara Rp472 triliun sampai dengan Rp473 triliun. Nilai itu baik dalam rangka mendukung pelaksanaan program penugasan pemerintah maupun inisiatif pengembangan bisnis BUMN.
 
Kemudian Penanaman Modal Asing (PMA) diharapkan meningkat mencapai Rp427 triliun sampai dengan Rp429 triliun. Hal itu didukung oleh kebijakan insentif fiskal dan relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI) dengan tetap menjaga ketahanan usaha dalam negeri.
 
"Terakhir yang terpenting, peran swasta juga diharapkan terus meningkat, didukung oleh pemberian insentif oleh Pemerintah dan program Kerjasama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)," pungkasnya.
 

(AHL)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif