Ilustrasi. FOTO: MI/USMAN ISKANDAR
Ilustrasi. FOTO: MI/USMAN ISKANDAR

DJKN: Lelang Jadi Instrumen Penting Pertumbuhan Ekonomi

Ekonomi utang luar negeri Pertumbuhan Ekonomi surat utang Ekonomi Indonesia Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN)
Media Indonesia.com • 09 Januari 2021 10:22
Jakarta: Direktur Lelang Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Joko Prihanto mengatakan lelang bisa menjadi instrumen yang penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Hal itu ditunjukkan dengan realisasi lelang tahun lalu yang mencapai Rp26,19 triliun.
 
"Lelang itu menjadi instrumen penting bagi pertumbuhan perekonomian nasional. Sampai akhir 2020 lelang bisa bertransaksi kurang lebih Rp26,1 triliun," ujar Joko, dilansir dari Mediaindonesia.com, Sabtu, 9 Januari 2021.
 
Joko menuturkan total realisasi lelang Rp26,19 triliun tersebut terdiri atas pokok lelang swasta oleh pejabat lelang kelas II sebesar Rp13,48 triliun dan pokok lelang swasta oleh balai lelang sebesar Rp12,8 triliun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini sinergi luar biasa dari lelang swasta yang dikelola pejabat lelang kelas II berkolaborasi dengan balai lelang," tuturnya.
 
Joko memerinci, untuk pokok lelang swasta oleh pejabat lelang kelas II dari tahun ke tahun ialah Rp7,63 triliun pada 2016, lalu Rp9,71 triliun pada 2017, kemudian Rp10,88 triliun pada 2018, dan Rp12,15 triliun pada 2019.
 
"Kalau lihat tren dari 2016 sampai 2020 luar biasa lelang swasta atau kelas II ini," tuturnya.
 
Adapun pokok lelang swasta oleh balai lelang dari tahun ke tahun ialah Rp7,17 triliun pada 2016, lalu Rp9,24 triliun di 2017, kemudian Rp9,27 triliun pada 2018, dan Rp11,48 triliun di 2019. Untuk jenis objek pokok lelang swasta oleh pejabat lelang kelas II sebesar Rp13,48 triliun.
 
Lelang itu meliputi kendaraan roda empat sejumlah 384.083 senilai Rp10,74 triliun atau 76,48 persen dari total proporsi objek lelang. Kendaraan roda dua berjumlah 83.928 dengan nilai Rp2,55 triliun atau 16,71 persen dari total objek lelang serta inventaris dan peralatan rumah tangga berjumlah 2.870 dengan nilai Rp13,73 miliar atau 0,57 persen dari total objek lelang.
 
Tanah dan bangunan sejumlah 358 dengan nilai Rp10,27 miliar atau 0,07 persen dari total objek lelang, benda seni dan lukisan berjumlah 836 bernilai Rp7,19 miliar atau 0,17 persen, serta lainnya berjumlah 30.112 barang bernilai Rp49,73 miliar atau enam persen dari proporsi objek lelang.
 
"Lelang tertinggi 2020 di Kalimantan Barat, barang tegahan berupa mobil Ferrari, harganya limit lelang, kalau tidak salah Rp500 juta dan bisa naik hampir 300 persen jadi hampir Rp2 miliar," pungkasnya.
 
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif