Gubernur BI Agus Martowardojo -- FOTO: ANTARA/PUSPA
Gubernur BI Agus Martowardojo -- FOTO: ANTARA/PUSPA

Gubernur BI: Asumsi Inflasi 5% Sesuai Bayangan BI

Desi Angriani • 28 Januari 2015 16:02
medcom.id, Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo, mengatakan asumsi inflasi yang telah disepakati sebesar lima persen sesuai dengan bayangan BI.
 
"Jadi kalau kemarin inflasi itu disepakati sebesar lima persen, itu sudah sesuai dengan bayangan BI. Walaupun nanti di Maret, Juni, atau September, inflasi mungkin masih tinggi karena pengaruh year on year. Karena kita menaikkan BBM di November, year on year ya baru turun di November. tetapi inflasi yang tiga bulan ini, di Januari sudah akan mendekati nol inflasinya. Jadi secara inflasi saya lihat baik," jelas Agus, usai bertemu Presiden Jokowi, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2015).
 
Dia menambahkan, pada Januari ini harga cabai diperkirakan deflasi. Namun ditopang oleh bahan pokok lain yang meningkat seperti daging ayam dan telur ayam.

"Ini harus kita jaga. Dan pertemuan seperti tadi, di mana presiden dan menko (perekonomian) langsung memberi arahan kepada kementerian, saya sambut baik," tambah Agus.
 
Sebelumnya, tutur dia, presiden telah berbicara dengan bupati dan gubernur untuk menjaga inflasi yang sudah cukup baik. Dari sisi inflasi bisa dilihat telah dikelola dengan lebih baik. Oleh karena itu, diharapkan akhir 2015 inflasi kembali di 4 plus minus 1.
 
Pihaknya pun akan terus berkooordinasi karena angkutan di kota-kota yang menjadi tanggung jawab gubernur, bupati, dan wali kota sebagai pengendali inflasi. Agus menuturkan, banyak daerah yang belum menurunkan angka inflasi.
 
"Inflasi terkendali, rakyat akan sejahtrea. tetapi kita harus lihat reformasi struktural berjalan. Ada upaya mempercepat pembangunan infrastruktur secara serius, entah itu infrastruktur, pertanian, logistik, transportasi, kita sambut baik ketika dicanangkan PTSP. PTSP saya harus katakan sebelumnya, Indonesia belum berhasil mengeksekusi. Jadi sekarang perlu dilihat, bisa enggak kita mengeksekusi, karena sebelumnya K/L tidak ingin mendelegasikan kewenangannya kepada BKPM. Tetapi kalau sekarang bisa benar-benar akan membangun," tutup Agus.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan