Ilustrasi -- FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma
Ilustrasi -- FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma

Triwulan IV-2014

Defisit Transaksi Berjalan Hantam Rupiah 3,9%

Dian Ihsan Siregar • 17 Februari 2015 19:18
medcom.id, Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah sebesar 3,9 persen pada triwulan IV-2014 menjadi Rp12.244 per USD. Pelemahan rupiah seiring dengan perbaikan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) yang turun 2,95 persen menjadi USD26,2 miliar secara year on year (YoY) di 2014.
 
"Rupiah secara rata-rata memang melemah 1,21 persen month to month ke level Rp12.581 per USD. Kami memandang pergerakan nilai tukar mendukung perbaikan defisit transaksi berjalan, baik melalui penurunan impor khususnya barang konsumsi maupun peningkatan daya saing ekspor khususnya manufaktur," ucap Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo, saat konferensi pers, di Gedung BI, Jakarta, Selasa (17/2/2015).
 
Dia menjelaskan, semakin solidnya perekonomian AS mendorong penguatan dolar AS terhadap seluruh mata uang dunia. Tekanan terhadap rupiah berlanjut di Januari 2014, sejalan dengan terus berlangsungnya penguatan dolar AS akibat rencana ECB yang akan melakukan kebijakan pelonggaraan moneter yang diikuti oleh sejumlah negara.

Adapun untuk ke depannya, tambah Agus, BI akan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya, sehingga dapat mendukung stabilitas makroekonomi dan penyesuaian ekonomi ke arah yang lebih sehat dan berkesinambungan.
 
"Akan kita jaga stabilitas makroekonomi, agar nilai tukar bisa terjaga sesuai dengan fundamental yang ada," jelas dia.
 
Seperti diketahui, BI mencatat, defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) mengalami penurunan dari USD29,1 miliar atau 3,18 persen PDB di 2013, menjadi USD26,2 miliar atau 2,95 persen dari PDB di 2014.
 
Direktur Eksekutif Departemen Statistik Ekonomi dan Moneter BI, Hendy Sulistyowati, sebelumnya menjelaskan, penurunan defisit transaksi berjalan terutama dipengaruhi oleh menurunnya impor yang seiring dengan melemahnya permintaan domestik.
 
"Selain itu, penurunan defisit transaksi berjalan ini juga dipengaruhi oleh menyusutnya defisit neraca jasa seiring penurunan impor dan meningkatnya surplus neraca pendapatan sekunder sejalan dengan penerimaan remitansi TKI yang lebih besar," ujar Hendy.
 
Pada triwulan I-2014 defisit transaksi berjalan mencapai USD4,1 miliar (1,97 persen PDB), lalu di triwulan II-2014 sebesar USD8,9 miliar (3,97 persen PDB). Sementara di triwulan III-2014 mencapai USD6,9 miliar (2,99 persen PDB) dan di triwulan IV-2014 sebesar USD6,1 miliar (2,81 persen PDB).
 
"Dengan demikian total defisit transaksi berjalan di sepanjang 2014 sebesar USD26,2 miliar (2,95 persen PDB) turun dari USD29,1 miliar (3,18 persen PDB) di 2013," tutup Hendy.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan