Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: dok MI/M. Irfan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: dok MI/M. Irfan.

Hingga Mei, Defisit Anggaran Capai Rp179,6 Triliun

Ekonomi apbn kementerian keuangan defisit anggaran
Eko Nordiansyah • 16 Juni 2020 17:30
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Mei 2020 sebesar Rp179,6 triliun. Defisit terjadi karena penerimaan negara hanya terkumpul Rp664,3 triliun sedangkan belanja negara mencapai Rp843,9 triliun.
 
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan defisit APBN setara dengan 21,1 persen dari Rp852,9 triliun yang ada dalam Perpres 54 Tahun 2020. Defisit APBN sampai akhir Mei ini adalah 1,1 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
 
"Mei defisit Rp179,6 triliun atau 21,1 persen dari total defisit yang ada di Perpres 54 dan ini terjadi berarti kenaikan defisit dari tahun lalu 42,8 persen, karena seluruh penerimaan negara mengalami kontraksi," kata dia dalam video conference di Jakarta, Selasa, 16 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penerimaan negara mengalami pertumbuhan negatif sembilan persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Realisasi penerimaan negara sebesar Rp664,3 triliun ini baru 37,7 persen dari target yang ditetapkan dalam Perpres 54/2020 sebesar Rp1.760,9 triliun.
 
Jika dirinci, penerimaan negara terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp526,2 triliun. Penerimaan pajak terkumpul Rp444,6 triliun atau tumbuh negatif 10,8 persen, sedangkan penerimaan bea cukai Rp81,7 triliun atau tumbuh 12,4 persen.
 
"Meski nanti kalau kita lihat komponen ekspor-impor untuk bea masuk dan bea keluar harus kita waspadai karena growth ini (penerimaan bea cukai) mungkin tidak bisa bertahan sampai dengan akhir tahun," ungkapnya.
 
Selain itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) juga tumbuh negatif sebesar 13,6 persen menjadi Rp136,9 triliun. Penerimaan hibah sampai dengan akhir Mei tercatat sebesar Rp1,2 triliun atau mencapai 240,2 persen dari target Rp0,5 triliun.
 
Untuk belanja negara terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp537,3 triliun untuk belanja kementerian/lembaga (K/L) Rp270,4 triliun dan belanja non-K/L Rp267 triliun. Belanja K/L tumbuh negatif 6,2 persen sedangkan belanja non K/L mengalami pertumbuhan 10,1 persen.
 
Sementara transfer ke daerah dan dana desa teralisasi Rp306,6 triliun yang terdiri dari transfer ke daerah Rp277,7 triliun dan dana desa Rp28,9 triliun. Meskipun realisasi transfer ke daerah tumbuh minus 8,8 persen tapi dana desa tumbuh hingga 41,3 persen.
 
"Dari alokasi di Perpes kenaikan sangat tinggi karena dalam dana desa kita ada transfer langsung untuk membantu masyarakat dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT)," jelas dia.
 
Hingga Mei 2020, pembiayaan anggaran tercatat sebesar Rp356,1 triliun atau 41,7 persen dari target dalam Perpres 54/2020 sebesar Rp852,9 triliun. Realisasi pembiayaan anggaran tumbuh mencapai 122,6 persen dari Mei tahun lalu.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif