Suku Bunga Acuan BI Naik Lagi jadi 4,75%
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah) saat mengumumkan kenaikan suku bunga acuan. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Jakarta: Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) tambahan. Padahal bank sentral baru saja menaikan suku bunga acuan sebesar 25 bps pada RDG Bulanan 16-17 Mei lalu.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kenaikan ini diikuti dengan kenaikan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi empat persen dan suku bunga Lending Facility menjadi 5,50 persen, berlaku efektif 31 Mei.

"Kenaikan ini sebagai langkah pre-emptive, front loading, dan ahead the curve dari BI untuk memperkuat stabilitas, khususnya stabilitas nilai tukar," kata dia di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu, 30 Mei 2018.

Dirinya menambahkan, BI ingin mengantisipasi tekanan lebih lanjut rupiah. Apalagi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya dan meningkatnya risiko di pasar keuangan global.

BI memandang bauran kebijakan yang telah ditempuh sebelumnya dan respons saat ini konsisten dengan upaya menjaga inflasi agar tetap berada dalam kisaran sasaran 3,5 plus minus satu persen pada 2018 dan 2019 serta mengelola ketahanan sektor eksternal.

"Ke depan, Bank Indonesia akan terus mengkalibrasi perkembangan ekonomi keuangan baik global maupun domestik untuk memanfaatkan masih adanya ruang kenaikan suku bunga secara terukur," jelas dia.

Selain itu, bank sentral memastikan kenaikan suku bunga ini dimaksudkan sebagai langkah stabilisasi nilai tukar dalam jangka pendek. Langkah ini juga termasuk di antara langkah-langkah yang akan diambil oleh Perry sebagai pimpinan baru bank sentral.

 



(AHL)