Menkeu Jelaskan Dampak Gerak Rupiah terhadap APBN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (MI/PANCA SYURKANI)
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa terdapat dampak pergerakan nilai tukar rupiah terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dalam Rancangan APBN 2019, pemerintah menargetkan nilai tukar rupiah berada di level Rp14.400 per dolar Amerika Serikat (USD).

Menurut dia penguatan maupun pelemahan rupiah terhadap USD akan menurunkan atau juga bisa meningkatkan pendapatan dan belanja negara. Sedangkan setiap ada penguatan rupiah sebesar Rp100 per USD akan membuat penurunan pendapatan Rp4,6 triliun.

"Turun Rp4,6 triliun yang terdiri dari pajak penerimaan migas, kerena penerimaannya dalam bentuk USD. Tetapi yang penerimaannya dalam bentuk rupiah tidak berubah kalau kursnya berubah," kata dia, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 13 September 2018.

Sementara dengan perubahan kurs dari Rp14.400 per USD menjadi Rp14.300 per USD maka belanja negara akan turun Rp3,4 triliun. Sri Mulyani menjelaskan penurunan itu berasal dari berbagai belanja dalam bentuk USD yang kebutuhannya lebih sedikit.

Dirinya menambahkan jika terjadi pelemahan Rp100 per USD maka pendapatan dan belanja juga akan mengalami kenaikan yang sama. Jika itu terjadi maka akan ada penerimaan yang lebih besar didapat oleh pemerintah hingga Rp1,2 triliun.

"Sementara itu kalau dikembalikan, (rupiah) lebih lemah ke Rp14.500 per USD, asumsinya maka itu kebalikannya. Penerimaan akan naik Rp4,6 triliun, belanja naik Rp3,4 triliun. Sehingga totalnya akan ada net benefit Rp1,2 triliun," pungkas dia.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id