Menko Airlangga Hartarto saat menerima kunjungan Menhan Prabowo. FOTO: Kemenko Perekonomian
Menko Airlangga Hartarto saat menerima kunjungan Menhan Prabowo. FOTO: Kemenko Perekonomian

Nah Lho! Airlangga dan Prabowo Bertemu 4 Mata, Bahas Apa?

Angga Bratadharma • 20 September 2022 11:03
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan dari Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto di Kantor Kemenko Perekonomian. Pembahasan yang dilakukan empat mata itu mengangkat isu seputar isu-isu global dan tantangan yang sedang dihadapi dunia.
 
Selain itu, mengangkat berbagai dinamika permasalahan nasional terutama berkaitan dengan isu-isu kemandirian ekonomi, ketahanan nasional, keamanan, dan perkembangan geopolitik dunia. Dalam pertemuan itu, ini, dibahas pula mengenai strategi dan sinergi antarkementerian untuk menghadapi situasi dunia yang tidak menentu dan penuh dengan ketidakpastian.
 
Ketidakpastian itu seperti tantangan krisis pangan, energi, dan keuangan, sebagai dampak dari konflik Rusia-Ukraina, serta pandemi covid-19 yang masih belum usai. Pada kesempatan itu, Airlangga menyambut baik kunjungan Prabowo Subianto untuk membahas berbagai isu penting dan strategis di tingkat global.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yang berdampak pada kehidupan bangsa Indonesia, mulai dari isu ketahanan pangan, krisis energi, ancaman krisis keuangan di berbagai negara lain, serta sejumlah tantangan yang sedang dihadapi masyarakat dunia," kata Airlangga, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 20 September 2022.
Baca: Gerah Dituduh Meminta Penghapusan Daya Listrik 450 VA, Ini Pembelaan Ketua Banggar DPR

Kedua menteri juga membahas lebih teknis terkait isu ketahanan pangan, terutama setelah rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo yang mengarahkan agar para menteri dalam kabinetnya terus menjaga ketahanan pangan, melalui peningkatan produktivitas di dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor pangan.  
 
Presiden menginginkan agar neraca ketersediaan dan harga berbagai komoditas terjaga, seperti kedelai, cabai, dan bawang merah agar terjaga sampai akhir 2022. Selain itu, Presiden menyampaikan agar dapat mendorong peningkatan produksi kedelai nasional, sehingga kebutuhan kedelai dalam negeri sebesar 2,4 juta ton tidak 100 persen bergantung kepada impor.
 
"Presiden juga menginginkan agar petani bisa memproduksi kedelai, dan meminta BUMN untuk membeli dari petani dengan harga Rp10 ribu (per kilogram) sehingga harga yang sudah dijamin ini menjadi cukup menarik bagi petani agar mau menanam kedelai," kata Airlangga.

 
Seperti diketahui bersama, Presiden Jokowi telah menunjuk Kementerian Pertahanan untuk turut membantu program food estate atau lumbung pangan nasional bersama kementerian lainnya. Dalam program food estate Kemhan di Kalimantan Tengah, lahan food estate ditanami singkong yang tentunya dapat diolah menjadi tepung, mi, hingga sumber energi.
 
Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan program yang lebih luas, tentunya akan dilakukan uji coba pada skala yang lebih kecil. Namun jika program ini telah berhasil, maka akan dilakukan dalam skala yang lebih luas di berbagai wilayah di Indonesia dengan tidak tertutup kemungkinan melibatkan badan usaha.
 
Food estate dapat dikembangkan sebagai pusat produksi cadangan pangan dari tanah milik negara, pengelolaan penyimpanan cadangan pangan untuk pertahanan negara, dan distribusi cadangan pangan ke seluruh wilayah Indonesia.
 
Dalam kesempatan tersebut, keduanya juga sepakat untuk terus saling bekerja sama sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo dalam pidato kenegaraan 16 Agustus 2022 lalu, semua lembaga negara perlu untuk selalu waspada, selalu hati-hati, dan selalu siaga di tengah kondisi dunia yang tidak menentu.
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif