Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: Kemenko Perekonomian
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: Kemenko Perekonomian

Pemerintah Dorong Terobosan Model Pengembangan Wilayah via Kawasan Ekonomi

Angga Bratadharma • 23 November 2022 12:02
Jakarta: Kinerja perekonomian Indonesia terus menguat dan pada triwulan III-2022 mampu mencapai 5,72 persen (yoy) di mana sektor manufaktur memberikan sumbangsih sebesar 16,10 persen (yoy), naik dibandingkan dengan triwulan II-2022 yang sebesar 16,01 persen (yoy).
 
Kinerja baik sektor manufaktur merupakan peluang melanjutkan agenda pembangunan kawasan strategis ekonomi secara lebih inklusif dan berkelanjutan. Secara spasial, selama triwulan III-2022 struktur perekonomian Indonesia masih didominasi kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 56,30 persen.
 
Oleh karena itu, pemerintah terus mengintensifkan pembangunan kawasan strategis ekonomi guna mengatasi ketimpangan wilayah diantaranya melalui pembangunan 131 Kawasan Industri, 18 Kawasan Ekonomi Khusus, empat Kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas, dan 10 kawasan destinasi pariwisata prioritas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah mengupayakan pemerataan pembangunan industri dengan mengakselerasi pembangunan kawasan industri melalui fasilitasi pengembangan 27 kawasan industri yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024 dan 17 Proyek Strategis Nasional (PSN).
Baca: KEK Palu Perlu Sosialisasi Masif untuk Tarik Investor

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan terdapat tiga isu terkini yang tengah berkembang di dunia dan menjadi peluang pembangunan di kawasan strategis ekonomi Indonesia yakni green industry, smart industry, dan halal industry.
 
Pertama terkait green industry yang menuntut industri untuk melakukan konsep industri yang ramah lingkungan melalui pembangunan Eco Industrial Park. Konsep ini merupakan bentuk pengembangan kawasan industri generasi ketiga yang dilengkapi dengan infrastruktur memadai dan terpadu.
 
"Untuk efisiensi energi, efisiensi pengelolaan sumber daya air, optimalisasi pengelolaan aliran bahan dan buangan ke lingkungan, serta integrasi aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan,” ungkap Airlangga, dilansir dari keterangan tertulisnya, Rabu 23 November 2022.
 
Terkait dengan smart industry, sektor industri dituntut untuk dapat memanfaatkan teknologi sesuai era revolusi industri 4.0. Kawasan industri didorong untuk membangun infrastruktur digital serta mentransformasi digital pengelolaan kawasan industri sehingga dapat mempermudah komunikasi dan pemberian layanan kepada tenant.
 
"Sedangkan terkait pengembangan kawasan industri halal, saat ini sudah terdapat tiga kawasan industri halal, yaitu Modern Cikande Industrial Estate, Bintan Inti Industrial Estate, dan Kawasan Industri Halal Safe & Lock, Sidoarjo, Jawa Timur," ucapnya.
 
Namun dalam praktiknya, pembangunan kawasan strategis dihadapkan oleh beberapa tantangan. Untuk itu, pemerintah telah mengambil sejumlah langkah strategis di antaranya seperti penerbitan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja sebagai upaya reformasi regulasi yang dapat memberikan kemudahan berusaha untuk meningkatkan investasi dan produktivitas.
 
Kemudian perluasan bidang usaha penanaman modal dalam UU Cipta Kerja yang akan menjadi game changer dalam percepatan investasi dan pembukaan lapangan kerja baru, dan peningkatan implementasi perizinan berusaha berbasis risiko untuk meningkatkan daya saing investasi Indonesia.
 
Lebih lanjut, pemerintah juga membuat terobosan penataan ruang dan pertanahan dalam UU Cipta Kerja serta peraturan turunannya serta melakukan pembangunan infrastruktur fisik di luar kawasan atau di sekitar kawasan diintegrasikan dengan kebijakan kegiatan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk mendukung kawasan ekonomi yang masuk PSN.
 
Ia menambahkan pengembangan kawasan ekonomi merupakan penggerak utama perekonomian dan suatu terobosan model pengembangan wilayah dalam mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Pengembangan kawasan ini juga mampu mendorong hilirisasi, yang menghasilkan nilai tambah.
 
"Meningkatkan investasi, menciptakan lapangan kerja, serta membuka peluang usaha di Indonesia. Pengembangan ini sangat dibutuhkan dalam memperkuat struktur industri yang menjadi faktor penting dalam persaingan global," pungkas Airlangga.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif