Ilustrasi. FOTO: MI/SUMARYANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/SUMARYANTO

Kenaikan Suku Bunga The Fed Tahan Aliran Modal Masuk RI

Ekonomi suku bunga The Fed capital inflow Ekonomi Indonesia Modal Asing
Eko Nordiansyah • 06 Mei 2022 13:36
Jakarta: Kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed dinilai akan berdampak pada berkurangnya aliran modal asing yang masuk ke Indonesia. Pasalnya aliran dana dinilai akan mengarah pada instrumen yang lebih aman (safe haven).

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan berkurangnya aliran modal masuk tentu saja akan menyebabkan volatilitas. Salah satunya adalah tekanan yang bisa menyebabkan pelemahan nilai tukar rupiah.
 
"Kenaikan suku bunga The Fed berpotensi menahan masuknya aliran modal ke Indonesia yang kemudian berujung pada tekanan pelemahan rupiah," kata dia kepada Medcom.id, Jumat, 6 Mei 2022.
 
Untuk itu, Piter menyarankan agar Bank Indonesia (BI) bisa merespons langkah yang diambil The Fed dengan menaikkan suku bunga. Sebab suku bunga BI 7 day reverse repo rate saat ini masih betah berada di level 3,5 persen sejak Februari tahun lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bank Indonesia diharapkan merespons kenaikan suku bunga The Fed dengan menaikkan suku bunga acuan, agar selisih suku bunga international tetap terjaga dan aliran modal asing masih mengalir masuk," ungkapnya.

Menaikkan suku bunga acuan

Federal Reserve AS sebelumnya menaikkan suku bunga acuannya sebesar setengah poin pada Rabu waktu setempat. Hal ini menandai kenaikan suku bunga paling tajam sejak 2000, karena mengambil langkah lebih agresif untuk mengendalikan inflasi tertinggi dalam empat dekade.
 
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan pembuat kebijakan Fed, memutuskan untuk menaikkan kisaran target suku bunga dana federal menjadi 0,75-1 persen. Hal ini disampaikan Fed dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan kebijakan dua hari.
 
Komite juga memutuskan untuk mulai mengurangi kepemilikannya atas sekuritas Treasury, utang agensi dan sekuritas yang didukung hipotek agensi pada 1 Juni.
 
"Meskipun aktivitas ekonomi secara keseluruhan turun tipis pada kuartal pertama, pengeluaran rumah tangga dan investasi tetap bisnis tetap kuat. Keuntungan pekerjaan telah kuat dalam beberapa bulan terakhir, dan tingkat pengangguran telah menurun secara substansial," jelas pernyataan itu.

 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif