Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah). (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah). (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Suku Bunga Acuan Turun Jadi 5,75%

Ekonomi bank indonesia suku bunga repo
Husen Miftahudin • 18 Juli 2019 14:48
Jakarta: Bank Indonesia (BI) akhirnya menurunkan suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI 7-Days Repo Rate) sebesar 25 basis poin (bps). Suku bunga acuan saat ini jadi 5,75 persen.
 
"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 17-18 Juli 2019 memutuskan untuk menurunkan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers di kantor pusat Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 18 Juli 2019.
 
Selain itu, otoritas juga mempertahankan suku bunga deposit facility dan suku bunga lending facility masing-masing 25 bps. Sehingga, suku bunga deposit facility menjadi lima persen dan suku bunga lending facility menjadi 6,50 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perry menjelaskan keputusan pelonggaran kebijakan moneter sejalan dengan tetap rendahnya prakiraan inflasi dan perlunya mendorong momentum pertumbuhan ekonomi, di tengah kondisi ketidakpastian pasar keuangan global yang menurun dan stabilitas eksternal yang terkendali.
 
Strategi operasi moneter tetap diarahkan untuk memastikan ketersediaan likuiditas di pasar uang dan memperkuat transmisi kebijakan moneter yang akomodatif. Selain itu, sambungnya, kebijakan makroprudensial juga akomodatif untuk mendorong penyaluran kredit perbankan dan memperluas pembiayaan bagi perekonomian.
 
"Kebijakan sistem pembayaran dan pendalaman pasar keuangan juga terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi," tegas Perry.
 
Ke depan, Bank Indonesia memandang masih terbuka ruang bagi kebijakan moneter yang akomodatif sejalan dengan rendahnya prakiraan inflasi dan perlunya mendorong momentum pertumbuhan ekonomi lebih lanjut.
 
"Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk mempertahankan stabilitas ekonomi, mendorong permintaan domestik, serta meningkatkan ekspor, pariwisata, dan aliran masuk modal asing, termasuk Penanaman Modal Asing (PMA)," tutup Perry.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif