Presiden Joko Widodo. Foto: MI/Susanto.
Presiden Joko Widodo. Foto: MI/Susanto.

Jokowi Siap 'Gigit' Penghalang Perbaikan CAD

Ekonomi defisit transaksi berjalan
Ade Hapsari Lestarini • 12 November 2019 11:23
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara tegas mengatakan akan terus mengikis defisit transaksi berjalan alias current account deficit (CAD).
 
Berbagai cara pun akan terus dilakukan agar tidak mengalami defisit transaksi berjalan hingga tahun-tahun mendatang. Sehingga, ia mengajak semua pihak untuk serius menanganinya dengan baik.
 
Demikian disampaikan Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Acara Perayaan HUT ke-8 Partai NasDem 2019, di JI-Expo Convention Center and Theatre, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 11 November 2019 malam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya sudah sampaikan kepada menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju bahwa urusan impor, ekspor, harus kita lihat secara detail, secara rinci, biar penyakitnya bisa kita diagnosis secara detail," ujar Presiden seperti dikutip dari laman Setkab, Selasa, 12 November 2019.
 
Presiden meyakini apabila ada konsistensi yang terus-menerus, defisit transaksi berjalan akan bisa diselesaikan dalam 3-4 tahun mendatang.
 
Maka dari itu dia meminta impor minyak untuk dikurangi dan meningkatkan produksi minyak dalam negeri. Dia pun meminta untuk terus dibangun kilang serta banyak memproduksi B20, B30, sampai B100.
 
"Sekali lagi saya sampaikan di mana-mana, di dalam rapat internal juga, jangan ada yang coba-coba menghalangi saya dalam menyelesaikan masalah yang tadi saya sampaikan. Pasti akan saya gigit dengan cara saya," tegas Presiden Jokowi.

Omnibus Law

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga meminta dukungan bahwa pemerintah akan melakukan Omnibus Law untuk undang-undang cipta lapangan kerja yang berkaitan dengan investasi.
 
Ia menyebutkan ada 70 undang-undang yang nanti akan dimintakan revisi menjadi satu undang-undang saja. "Ini memang belum pernah terjadi di republik kita, tetapi ini akan kita lakukan sehingga kecepatan kita bertindak, kecepatan kita dalam memutuskan, betul-betul akan didukung apabila undang-undang yang satu ini nanti bisa selesaikan," tutur Kepala Negara.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif