Ilustrasi rokok elektrik. FOTO Medcom.id
Ilustrasi rokok elektrik. FOTO Medcom.id

Penjualan Vape di E-Commerce jadi Sasaran Bea Cukai

Ekonomi bea cukai
Ilham wibowo • 25 Oktober 2019 20:36
Jakarta: Petugas Direktorat Jenderal Bea Cukai menegaskan bakal terus melakukan penindakan tegas untuk pelanggar penjulan barang yang telah dikenakan cukai. Salain toko konvensional, penindakan juga telah banyak dilakukan di toko berbasis aplikasi atau e-commerce.
 
Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Bea Cukai, R Syarif Hidayat memaparkan penindakan tersebut sejalan dengan terbitnya Peraturan Menteri Keuangan nomor PMK 152/PMK.010/2019 yang mengatur tentang kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) dan harga jual eceran (HJE) yang akan berlaku 1 Januari 2020. Penindakan terkini yang telah dilakukan Bea Cukai berlokasi di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat. dan Kuningan, Jakarta Selatan.
 
"Penindakan dimulai dengan penelurusan di beberapa toko online dari awal September 2019 seperti penjualan rokok elektrik di Tokopedia, Bukalapak, Instagram dan aplikasi lainnya," kata Syarif saat melakukan paparan di lapangan Bea Cukai Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat, 25 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari penelusuran tersebut, petugas menemukan sebuah toko online yang berlokasi di daerah Cengkareng. Jakarta Barat. Petugas kemudian melakukan pengamatan di sekitar lokasi dan mendapatkan seorang pengemudi ojek online yang mengambil paket dari rumah tersebut.
 
"Agar tidak kehilangan jejak, petugas menghadang laju pengemudi tersebut dan memintanya kembali ke tempat ia mengambil barang," ungkapnya.
 
Dari hasil pemeriksaan, petugas berhasil mengamankan 97.890 batang vape atau rokok elektrik, 35.300 batang rokok, 21.650 gram tembakau iris dan 2.700 batang cerutu, serta 228 botol minuman keras. Keseluruhan barang bukti tersebut tidak dilengkapi pita cukai dengan potensi kerugian negara mencapai kurang lebih Rp420 juta.
 
Dari penindakan itu, petugas menahan tersangka berinisial JJ untuk diperiksa sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dari catatan transaksi keuangan miliknya, diketahui omset penjualan pelaku selama menjalankan usahanya dari tahun 2018 setidaknya mencapai kurang lebih Rp20 miliar.
 
Data 2018, Bea Cukai telah melakukan penindakan peredaran liquid vape ilegal sebanyak 218 kasus, sementara di tahun 2019, hingga saat ini telah dilakukan penindakan terhadap 249 kasus.
 
Tidak hanya liquid vape, penindakan juga dilakukan terhadap peredaran heatsticks ilegal. Pada 2018. Bea Cukai berhasil mengungkap dua kasus, sementara di 2019 hingga saat ini tercatat naik mencapai 11 kasus.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif