Foto: dok BTN.
Foto: dok BTN.

2021, Kemenkeu Berencana Berikan PMN Nontunai

Ekonomi BUMN Kementerian Keuangan pmn
Despian Nurhidayat • 17 November 2020 06:58
Jakarta: Kementerian Keuangan berencana memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang bersifat nontunai pada tahun depan.
 
"Kami merencanakan ada beberapa PMN yang nontunai sifatnya tahun depan. Ini adalah yang pertama untuk menyelesaikan bantuan pemerintah yang belum ditentukan statusnya," ungkap Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmawarta dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR RI, Senin, 16 November 2020.
 
Isa mengatakan hal ini dilakukan karena kementerian/lembaga (K/L) sering membangun atau membeli sesuatu yang kemudian diserahkan kepada BUMN untuk digunakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nah ini serah terimanya ini harus diresmikan dalam bentuk penambahan modal kepada BUMN tersebut," ujar Isa.
 
Isa menyebutkan yang harus diselesaikan adalah di PT PLN (Persero) sebanyak Rp872,4 miliar yaitu merupakan barang-barang yang dibangun oleh Kementerian ESDM. Kemudian PT Pertamina (Persero) yaitu berupa pompa bahan bakar pesawat di Pelabuhan Udara Juanda yang dibangun oleh Kementerian Perhubungan dan akan diserahkan ke Pertamina sehingga menjadi aset Pertamina.
 
Tak hanya itu, untuk Pertamina juga ada barang milik Kementerian ESDM berupa jaringan gas yang dibangun oleh Kementerian ESDM dan akan diserahkan ke Pertamina dalam bentuk penambahan modal negara.
 
Selanjutnya PT Istaka Karya yang akan mendapat dukungan dari Kementerian PUPR berupa lahan di Cengkareng, Semplak Bogor, dan Watukosek Pasuruan. "Ini tentunya juga memerlukan penegasan di dalam penambahan PMN," tuturnya.
 
Sementara untuk PT Hutama Karya akan didukung melalui barang-barang milik negara berupa tanah yang nanti bisa dikembangkan sehingga mampu mendapatkan revenue tambahan. Isa memperkirakan tahun depan masih dibutuhkan fleksibilitas untuk mendukung BUMN tertentu dalam rangka melakukan fungsinya memberi pelayanan kepada masyarakat.
 
"Jadi kemungkinan kita akan melihat adanya tambahan-tambahan PMN untuk yang lain," pungkas Isa.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif