Ilustrasi anggaran pemulihan ekonomi nasional - - Foto: MI/ Ramdani
Ilustrasi anggaran pemulihan ekonomi nasional - - Foto: MI/ Ramdani

Realisasi Anggaran PEN Capai Rp331,94 Triliun, Ini Rinciannya

Ekonomi Virus Korona RAPBN 2020 Pemulihan Ekonomi Nasional
Eko Nordiansyah • 17 Oktober 2020 17:00
Jakarta: Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional mencatat realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sudah mencapai Rp331,94 triliun. Hingga 7 Oktober 2020, realisasi anggaran tersebut sudah 47,7 persen dari alokasi Rp695,2 triliun.

"Realisasi penyerapan anggaran telah mencapai 47,7 persen atau Rp331,94 triliun, terjadi kenaikan Rp13,47 triliun dari realisasi per 30 September 2020," tulis keterangan Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi (Satgas PEN) dilansir di Jakarta, Sabtu, 17 Oktober 2020.
 
Realisasi anggaran PEN untuk sektor kesehatan mencapai Rp25,94 triliun, perlindungan sosial Rp159,69 triliun, sektoral K/L dan Pemda Rp27,57 triliun, sektor UMKM Rp90,42 triliun, dan sektor insentif usaha Rp28,32 triliun.
 
Sektor perlindungan Sosial dan UMKM menjadi sektor dengan penyerapan anggaran tertinggi, masing-masing sebesar 78,32 persen dan 73,24 persen dari total pagu anggaran Rp203,90 triliun dan Rp123,46 triliun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun sektor perlindungan sosial yang terdiri dari delapan program, menunjukkan kinerja realisasi penyerapan berjalan dengan baik. Program Keluarga Harapan (PKH) telah menyalurkan Rp36,26 triliun, atau 96,95 persen dari pagu anggaran Rp37,40 triliun kepada 10 juta penerima manfaat.
 
Kemudian ada program sembako yang sudah terealisasi Rp33,98 triliun atau 77,94 persen dari pagu anggaran yang Rp43,60 triliun, program sembako Jabodetabek sebesar Rp4,51 triliun atau 66,32 persen dari anggaran Rp6,8 triliun sudah disalurkan kepada 1,9 juta penerima manfaat.
 
Sedangkan, program bansos tunai Non-Jabodetabek sebanyak Rp25,54 triliun atau 78,83 persen dari anggaran Rp32,40 triliun juga sudah dirasakan manfaatnya oleh sembilan juta penerima manfaat. Sementara itu, program kartu prakerja telah mencapai realisasi Rp19,87 triliun atau 99,4 persen dari pagu yang disediakan Rp20 triliun.
 
Program BLT dana desa yang diikuti 7,9 juta penerima manfaat juga telah merealisasikan anggaran sebesar Rp12,91 triliun. Sementara program subsidi gaji dari anggaran Rp37,87 triliun sudah disalurkan Rp13,99 triliun atau 36,9 persen kepada lebih dari 11,6 juta pekerja, dan program diskon listrik yang sudah menyerap anggaran Rp6,97 triliun.
 
Di sektor UMKM, terjadi kenaikan DIPA menjadi Rp28,8 triliun dari semula Rp22,01 triliun, untuk program Banpres Produktif Usaha Mikro, yang disebabkan adanya perluasan dari target 9,1 juta menjadi 12 juta penerima manfaat yaitu para pelaku usaha mikro. Saat ini program tersebut telah memasuki pelaksanaan program perluasan untuk mencapai total 12 juta pelaku usaha mikro.
 
Perluasan yang sedang dilaksanakan ini direncanakan mencapai jumlah 12 juta pelaku usaha mikro tersebut pada akhir November 2020. Sedangkan program penempatan dana telah mencapai Rp63,20 triliun atau 80,22 persen dari pagu anggaran.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif