Penghematan yang digunakan untuk turunkan defisit APBN bisa digunakan untuk infrastruktur -- FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo
Penghematan yang digunakan untuk turunkan defisit APBN bisa digunakan untuk infrastruktur -- FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo

Pemerintah Upayakan Defisit Fiskal 2% Tahun Depan

Suci Sedya Utami • 26 November 2014 18:07
medcom.id, Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan pemerintah berupaya untuk mengecilkan defisit anggaran dari asumsi yang ditetapkan di APBN 2015 sebesar 2,21 persen.
 
"2015 itu kan aslinya 2,21 persen. Ya nanti kita lihat, perkiraannya kita mau push ke arah dua persen," katanya di Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Rabu (26/11/2014).
 
Demi mengurangi defisit anggaran, langkah yang dilakukan yakni dengan cara penghematan anggaran dan juga mengurangi penerbitan surat utang negara atau obligasi.

Ekonom Senior Standard Chartered Bank Indonesia, Fauzi Ichsan, memandang salah langkah penghematan yang telah dilakukan pemerintah yakni dengan menaikkan harga BBM subsidi, sehingga membuat penghematan (fiscal saving) tahun depan Rp110 triliun-Rp140 triliun.
 
"Penghematan yang bisa digunakan adalah 20 persen untuk menurunkan defisit APBN, 20 persen untuk program kemiskinan, dan 60 untuk infrastruktur," terang Fauzi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan