Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: MTVN/Desi Angriani)
Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: MTVN/Desi Angriani)

Darmin: Perubahan DNI Putus Mata Rantai Pemusatan Ekonomi

Ekonomi paket kebijakan ekonomi daftar negatif investasi
Desi Angriani, Suci Sedya Utami • 11 Februari 2016 15:42
medcom.id, Jakarta: Perubahan Daftar Negatif Investasi (DNI) dilakukan untuk memotong mata rantai pemusatan ekonomi yang selama ini dinikmati oleh kelompok tertentu. Selain meningkatkan perlindungan terhadap usaha mikro kecil menengah dan koperasi (UMKMK).
 
Demikian disampaikan Menko Perekonomian Darmin Nasution, dalam konferensi pers saat mengumumkan paket kebijakan ekonomi X, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/2/2016).
 
Dengan demikian, harga-harga bisa menjadi lebih murah, misalnya harga obat dan alat kesehatan. Serta mengantisipasi era persaingan dan kompetisi Indonesia yang sudah memasuki MEA.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain membuka lapangan kerja dan memperkuat modal untuk membangun, perubahan ini juga untuk mendorong perusahaan nasional agar mampu bersaing dan semakin kuat di pasar dalam negeri maupun pasar global.
 
"Kebijakan ini bukanlah liberalisasi tetapi upaya mengembangkan potensi geopolitik dan geoekonomi nasional, antara lain dengan mendorong UMKMK dan perusahaan nasional meningkatkan kreativitas, sinergi, inovasi, dan kemampuan menyerap teknologi baru dalam era keterbukaan," jelas dia.
 
Dalam kebijakan baru ini, sebanyak 35 bidang usaha, antara lain industri crumb rubber; cold storage; pariwisata (restoran; bar; kafe; usaha rekreasi, seni, dan hiburan gelanggang olah raga); industri perfilman; penyelenggara transaksi perdagangan secara elektronik (market place) yang bernilai Rp100 miliar ke atas.
 
Kemudian pembentukan lembaga pengujian perangkat telekomunikasi; pengusahaan jalan tol; pengelolaan dan pembuangan sampah yang tidak berbahaya; serta industri bahan baku obat, dikeluarkan dari DNI.
 
Hal penting lainnya adalah hilangnya rekomendasi pada 83 bidang usaha, antara lain Hotel (Non Bintang, Bintang Satu, Bintang Dua); Motel; Usaha Rekreasi, Seni, dan Hiburan; Biliar, Bowling, dan Lapangan Golf.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif