Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: dok MI)
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: dok MI)

Menkeu Ungkap Cara K/L Agar Anggarannya Tidak Dipotong

Ekonomi anggaran kementerian kementerian lembaga RAPBN 2020
Eko Nordiansyah • 30 April 2019 18:08
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan cara kementerian/ lembaga (K/L) agar anggarannya tidak dipotong. Menurut dia otak-atik anggaran untuk para pejabat di K/L sudah biasa sehingga bisa diketahui.
 
Sri Mulyani menyebut cara paling mudah adalah mengalihkan alokasi anggaran untuk kegiatan yang sebenarnya tidak perlu. Misalnya dengan menyelenggarakan rapat di luar kantor, agar mendapatkan uang perjalanan dinas.
 
"Bikin rapat di luar kantor, nanti ditulisnya rapat di luar kantor. Kalau bisa bikin di provinsi lain, kabupaten lain, Serpong misalnya. Padahal rapatnya bisa di kantor," kata dia dalam Rakorbangpus 2019 di Kantor Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 30 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya mengungkapkan ada K/L yang berupaya anggarannya untuk acara seremonial tahunan tidak dipotong di tahun selanjutnya. Padahal acara tersebut tidak memiliki kelanjutan di tahun selanjutnya, sehingga anggarannya bisa dipotong.
 
"Seperti tahun lalu kita kan ada kegiatan yang sifatnya sekali. Misal Asian Games, ada World Bank Annual Meeting. Itu kan enggak ada lagi tahun ini. Tapi kemudian ada yang 'bikin saja lagi, bikin program apa lah supaya anggarannya tidak ditarik' begitu," jelas dia.
 
Selain itu, agar anggarannya tidak dipangkas K/L melakukan alokasi anggaran kepada pos-pos yang lain, Sri Mulyani bercerita, anggaran pembangunan gedung yang sudah selesai biasanya dialihkan ke anggaran perawatan gedung.
 
Sayangnya anggaran perawatan gedung tidak sepenuhnya digunakan untuk itu. Bahkan ada yang menggunakannya untuk membuat paket meeting. Hal ini menunjukkan penggunaan anggaran yang sebenarnya tidak baik dari belanja K/L.
 
"Setahun dua tahun enggak apa-apa. 30 tahun kita deg-degan saja masuk ke gedung itu. Artinya republik ini menggambarkan cara kita belanja, menunjukkan kualitas ini. Attitude kita terhadap uang seperti itu," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif