Logo Bank Indonesia di Komplek Kantor Bank Indonesia, Jakarta (MI/ROMMY PUJIANTO)
Logo Bank Indonesia di Komplek Kantor Bank Indonesia, Jakarta (MI/ROMMY PUJIANTO)

BI 7 Day Repo Rate Diperkirakan Dipangkas ke 5%

Suci Sedya Utami, Angga Bratadharma • 15 Agustus 2016 11:52
medcom.id, Jakarta: Bank Indonesia (BI) akan segera menggunakan BI 7 Day Repo Rate sebagai suku bunga acuan yang berlaku mulai 19 Agustus 2016. Meski saat ini tingkat suku bunga acuan masih menggunakan BI rate, namun turunnya BI 7 Days Repo Rate dinilai memiliki peluang cukup besar.
 
Ekonom Bahana Securities Fakhrul Fulvian mengatakan, terkait policy rate, BI akan mulai memperkenalkan BI 7 Days Repo Rate sebagai tingkat suku bunga acuan yang baru menggantikan BI rate. Adapun langkah ini dilakukan dengan harapan mampu memberi stimulus terhadap aktivitas perekonomian dan memaksimalkan laju ekonomi secara nasional.
 
"Kami perkirakan ada pemotongan suku bunga BI 7 Days Repo Rate sebanyak 25 basis poin (bps) menjadi sebesar 5,00 persen (dari sebelumnya di 5,25 persen)," ungkap Fakhrul, kepada wartawan, di Jakarta, Senin (15/8/2016).

BI 7 Day Repo Rate Diperkirakan Dipangkas ke 5%
Sumber: Bank Indonesia
 
Ia menilai ada peluang turunnya BI 7 Days Repo Rate tersebut. Hal itu lantaran kondisi ekonomi relatif stabil sehingga membuat BI memiliki ruang untuk adanya pelonggaran dari aspek kebijakan moneter. Hal ini didukung dengan pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2016 yang mampu mencapai angka terbilang tinggi.
 
"Apalagi pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2016 datanya cukup baik. Kemudian akan ada pengumuman Balance of Payment (BoP). Jika datanya lebih baik dari perkiraan terutama di sisi current account maka ruang untuk pelonggaran semakin terbuka," tuturnya.
 
BI 7 Day Repo Rate Diperkirakan Dipangkas ke 5%
Sumber: Bank Indonesia
 
Sementara itu, Pengamat Ekonomi Maybank Juniman menyambut baik adanya penggunaan BI 7 Days Repo Rate sebagai suku bunga acuan baru menggantikan BI rate. Terkait instrumen baru ini, dirinya memperkirakan level BI 7 Day Repo Rate masih akan dipertahankan.
 
"Secara psikologis, policy rate turun karena sebelumnya menggunakan BI rate yang berada di angka 6,50 persen. Dari sisi domestik, sebenarnya ada faktor yang mendukung BI untuk memangkas suku bunga. Rupiah bergerak stabil, pertumbuhan ekonomi ada perbaikan, cadangan devisa naik, dan sebagainya," pungkasnya.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan