Ekonom Bahana Securities Fakhrul Fulvian mengatakan, terkait policy rate, BI akan mulai memperkenalkan BI 7 Days Repo Rate sebagai tingkat suku bunga acuan yang baru menggantikan BI rate. Adapun langkah ini dilakukan dengan harapan mampu memberi stimulus terhadap aktivitas perekonomian dan memaksimalkan laju ekonomi secara nasional.
"Kami perkirakan ada pemotongan suku bunga BI 7 Days Repo Rate sebanyak 25 basis poin (bps) menjadi sebesar 5,00 persen (dari sebelumnya di 5,25 persen)," ungkap Fakhrul, kepada wartawan, di Jakarta, Senin (15/8/2016).

Sumber: Bank Indonesia
Ia menilai ada peluang turunnya BI 7 Days Repo Rate tersebut. Hal itu lantaran kondisi ekonomi relatif stabil sehingga membuat BI memiliki ruang untuk adanya pelonggaran dari aspek kebijakan moneter. Hal ini didukung dengan pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2016 yang mampu mencapai angka terbilang tinggi.
"Apalagi pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2016 datanya cukup baik. Kemudian akan ada pengumuman Balance of Payment (BoP). Jika datanya lebih baik dari perkiraan terutama di sisi current account maka ruang untuk pelonggaran semakin terbuka," tuturnya.

Sumber: Bank Indonesia
Sementara itu, Pengamat Ekonomi Maybank Juniman menyambut baik adanya penggunaan BI 7 Days Repo Rate sebagai suku bunga acuan baru menggantikan BI rate. Terkait instrumen baru ini, dirinya memperkirakan level BI 7 Day Repo Rate masih akan dipertahankan.
"Secara psikologis, policy rate turun karena sebelumnya menggunakan BI rate yang berada di angka 6,50 persen. Dari sisi domestik, sebenarnya ada faktor yang mendukung BI untuk memangkas suku bunga. Rupiah bergerak stabil, pertumbuhan ekonomi ada perbaikan, cadangan devisa naik, dan sebagainya," pungkasnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda