NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto : MI/Susanto.
Ilustrasi. Foto : MI/Susanto.

Virus Korona Bisa Gerus Devisa RI USD1,3 Miliar

Ekonomi Virus Korona devisa negara
Desi Angriani • 20 Februari 2020 19:22
Jakarta: Bank Indonesia menilai virus korona akan menggerus devisa Indonesia sebesar USD1,3 miliar. Pasalnya, dampak penyebaran wabah mematikan itu menyerang ekonomi RI melalui jalur pariwisata, perdagangan, dan investasi.
 
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan potensi devisa cukup besar bersumber dari pariwisata. Tergerusnya angka devisa tersebut lantaran pengurangan jumlah wisatawan mancanegara lantaran pemerintah sudah menghentikan penerbangan langsung dari dan menuju Tiongkok.
 
"Kurang lebih turun USD1,3 miliar penerimaan devisa dari pariwisata," katanya di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis, 20 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, terganggunya logistik akibat virus korona juga akan menekan sektor ekspor sebesar USD300 juta dan impor sebesar USD700 juta.
 
"Gangguan logistik terhadap ekspor USD300 juta dan impor USD700 juta," imbuh dia.
 
Dari sisi pasar keuangan, lanjut Perry, dampak virus korona bersifat sementara. Sebab, banyak investor asing menjual Surat Berharaga Negara (SBN) maupun mebeli SBN jangka pendek di pasar modal.
 
Hal ini membuat stabilitas nilai tukar rupiah masih terjaga dengan baik lantaran terjadi keseimbangan antara inflow dan outflow.
 
"Ada outflow dan inflow, BI terus jaga stabilitas nilai tukar dan pasar keuangan itu akan terus kami lakukan," pungkas dia.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif