NEWSTICKER
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO: MI/MOHAMAD IRFAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO: MI/MOHAMAD IRFAN

Defisit APBN Melebar, Menkeu Cari Sumber Pembiayaan yang Aman

Ekonomi ekonomi indonesia defisit anggaran APBN 2020
Eko Nordiansyah • 25 Maret 2020 08:57
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan sumber pembiayaan yang akan diambil pemerintah aman demi menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang melebar. Pemerintah meyakini ada banyak sumber pembiayaan APBN yang bisa dimanfaatkan.
 
"Dari sisi pembiayaan, kita gunakan seluruh sumber pembiayaan konvensional maupun kemungkinan terjadinya sumber non-konvensional yang butuh landasan hukum baru. Itu semua termasuk dalam kajian kita, termasuk yang kami sampaikan ke Presiden," kata dia, dalam video conference, di Jakarta, Selasa, 24 Maret 2020.
 
Dirinya menambahkan pemerintah memiliki opsi untuk menerbitkan surat utang baik secara reguler, melalui private, ataupun sumber lainnya, termasuk menjaga agar surat berharga pemerintah tidak mengalami tekanan di tengah pandemi virus korona (covid-19).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu opsi semua kita buka supaya pemerintah punya pilihan apabila defisit meningkat, maka kita memiliki sumber pembiayaan yang aman," ungkap dia.
 
Tak hanya itu, Bank Indonesia (BI) juga melakukan langkah dengan membeli Surat Berharga Negara (SBN) di bawah 12 bulan. Bahkan bank sentral telah mengeluarkan Rp168,2 triliun untuk pembelian SBN.
 
Sri Mulyani menyebutkan, sumber pembiayaan multilateral maupun bilateral juga tersedia untuk menutup defisti APBN tahun ini. Pemerintah telah membuka pembicaraan baik dengan Asian Development Bank (ADB), Bank Dunia, hingga Dana Moneter Internasional (IMF).
 
"Untuk melihat mana financing terbaik, agar Indonesia bisa respons dengan biaya sekecil mungkin dan risiko kecil. Bilateral juga ditingkatkan, baik dari negara yang selama ini mendukung maupun kita melihat negara lain bagaimana mengatasi financing deficit yang besar," pungkas dia.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif