Ilustrasi penarikan utang pemerintah - - Foto: dok AFP
Ilustrasi penarikan utang pemerintah - - Foto: dok AFP

Pemerintah Tarik Utang Rp693,6 Triliun hingga Agustus

Ekonomi surat utang Kementerian Keuangan pinjaman luar negeri defisit anggaran
Eko Nordiansyah • 22 September 2020 16:42
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi pembiayaan utang sebesar Rp693,6 triliun hingga Agustus 2020. Pembiayaan utang dilakukan untuk menutup defisit anggaran yang mencapai Rp500,5 triliun.
 
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pembiayaan utang itu sudah mencapai 56,8 persen dari target dalam Perpres 72 Tahun 2020 yang sebesar Rp1.220,5 triliun. Jumlahnya tumbuh 143,3 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.
 
"Ini kenaikan luar biasa untuk SBN yakni 143 persen dari tahun lalu. Beban APBN kita luar biasa berat dan ini terlihat dari sisi pembiayaannya," katanya dalam video conference di Jakarta, Selasa, 22 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia merinci pembiayaan utang terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) (neto) sebesar Rp671,6 triliun atau 57,2 persen dari target Rp1.173,7 triliun. Selain itu ada pinjaman (neto) sebesar Rp22 triliun atau 47 persen dari target yakni Rp46,7 triliun.
 
Adapun pembelian SBN sampai 18 September 2020 dalam implementasi SKB I sebesar Rp48,02 triliun. Angka tersebut terdiri dari SBSN Rp21,47 triliun dan SUN Rp26,55 triliun. Sedangkan realisasi pembelian SBN untuk pembiayaan public goods sebesar Rp99,08 triliun.
 
Pemerintah juga melakukan pembiayaan investasi Rp27,7 triliun yang terdiri dari investasi kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rp11,3 triliun, investasi kepada Badan Layanan Umum (BLU) Rp11 triliun, dan investasi kepada lembaga/badan lainnya Rp5 triliun.
 
Selain itu ada pemberian pinjaman Rp1,7 triliun, kewajiban penjaminan sebesar Rp0,4 triliun, dan pembiayaan lainnya Rp0,2 triliun. Dengan demikian, total pembiayaan anggaran sampai Agustus 2020 sebesar Rp667,8 triliun.

 
"Total pembiayaan sampai akhir Agustus Rp667,8 triliun atau naik 138 persen dibandingkan tahun lalu. Untuk PMN sudah mulai on track 11 persen dari target dan progres untuk beberapa regulasi untuk PMN akan segera dipercepat," pungkasnya.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif