Presiden Joko Widodo. (FOTO: AFP)
Presiden Joko Widodo. (FOTO: AFP)

Presiden Serahkan RAPBN dan Nota Keuangan 2020 kepada DPR

Ekonomi berita dpr RAPBN 2020 Sidang Tahunan MPR 2019 Nota Keuangan 2019
Eko Nordiansyah • 16 Agustus 2019 15:37
Jakarta: Presiden Joko Widodo menyerahkan Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2020 beserta Nota Keuangannya kepada Pimpinan DPR.
 
Penyerahan dilakukan Jokowi kepada Ketua DPR Bambang Soesatyo di Gedung Nusantara, Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019. Nantinya DPR akan membahas RAPBN 2020 untuk selanjutnya disahkan menjadi undang-undang.
 
"Tema kebijakan fiskal 2020 adalah 'APBN untuk Akselerasi Daya Saing melalui Inovasi dan Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia'," kata Jokowi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sesuai dengan tema kebijakan fiskal 2020, fokus RAPBN diarahkan pada lima hal utama, yaitu pertama, penguatan kualitas SDM untuk mewujudkan SDM yang sehat, cerdas, terampil, dan sejahtera. Kedua, akselerasi pembangunan infrastruktur pendukung transformasi ekonomi.
 
Ketiga, penguatan program perlindungan sosial untuk menjawab tantangan demografi dan antisipasi aging population. Keempat, penguatan kualitas desentralisasi fiskal untuk mendorong kemandirian daerah. Kelima, antisipasi ketidakpastian global.
 
Dalam RAPBN 2020, Belanja Negara direncanakan akan mencapai Rp2.528,8 triliun, atau sekitar 14,5 persen dari PDB. Belanja Negara tersebut akan digunakan untuk memperbaiki kualitas SDM dan melanjutkan program perlindungan sosial untuk menjawab tantangan demografi.
 
Untuk mencapai sasaran pembangunan di atas, diperlukan peningkatan pendapatan negara pada 2020 menjadi sebesar Rp2.221,5 triliun. Mobilisasi pendapatan negara dilakukan, baik dalam bentuk optimalisasi penerimaan perpajakan, maupun reformasi pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
 
"Saya mengajak kita semua agar mulai hari ini, mulai saat ini, mulai detik ini, kita gerakkan seluruh sumber daya ekonomi Indonesia untuk mewujudkan lompatan-lompatan kemajuan," jelasnya.
 
Jokowi mengajak seluruh pihak untuk membuktikan, bahwa Indonesia memang layak dan mampu menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia. Ekonomi Indonesia dapat tumbuh sekaligus memberikan rasa keadilan, sekaligus menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
 
"Pemerintah berharap, pembahasan RAPBN 2020 dapat dilakukan secara konstruktif, demi terwujudnya Indonesia yang maju, berdaulat, mandiri, dan berkepribadian," pungkas dia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif