Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo. MI/ROMMY PUJIANTO
Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo. MI/ROMMY PUJIANTO

Perbaikan Neraca SDA Berpotensi Genjot Penerimaan Negara

Ekonomi neraca perdagangan indonesia ekonomi indonesia penerimaan negara bukan pajak
Desi Angriani • 25 September 2019 16:34
Jakarta: Perbaikan neraca Sumber Daya Alam (SDA) dinilai bisa menggenjot Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Pasalnya, realisasi penerimaan sektor SDA menyumbang 55,82 persen dari total target PNBP 2018.
 
Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo menyebut penerimaan negara dari sektor migas dan nonmigas masih fluktuatif. Artinya, masih banyak ruang yang perlu dioptimalkan agar PNBP sejajar dengan pajak dan bea cukai.
 
"PNBP itu hampir 23,13 persen dari total penerimaan negara. Tapi kalau dikembangkan bisa sampai 30 persen. Saat ini baru pajak, bea cukai dan setengahnya PNBP. Kakinya belum optimal. Dengan neraca SDA ini nanti bisa kita optimalkan," ujar Mardiasmo, di Aula Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, 25 September 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mardiasmo menjelaskan di dalam neraca SDA pemerintah dapat megoptimalkan potensi kekayaan alam yang belum tergarap seperti sektor kehutanan, perikanan dan panas bumi. Sebab, saat ini PNBP masih didominasi minerba, khususnya minyak dan gas.
 
"Neraca SDA ini juga yang terdiri dari migas, minerba, kehutanan, perikanan, dan panas bumi sangat penting sekali untul menopang agar fiskalnya kuat. Kalau fiskalnya kuat otomatis negara kuat," ungkap dia.
 
Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata menambahkan, melalui neraca SDA, pemerintah dapat mengetahui nilai ekonomis kekayaan alam, perubahan cadangan SDA dari waktu ke waktu serta hubungan/interaksi antara kekayaan alam dengan pembangunan.
 
Data dan informasi yang tersaji dalam neraca tersebut dapat membantu para policy maker dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sumber daya alam yang sejalan dengan asas pembangunan keberlanjutan (sustainability development).
 
"Seringkali kita harus mengetahui neracanya dan kita harus melihat potensi revenew, ekspensif ataupun lost yang akan kita rasakan di kemudian hari untuk SDA," tutur dia.
 
Adapun capaian PNBP sektor migas 2018 mencapai Rp181 triliun dan non migas Rp37,8 triliun dalam APBN 2018. Isa menyebut penerimaan PNBP dari SDA sama dengan 45 persen dari total keseluruhan penerimaan negara bukan pajak.
 
"Dari kekayaan negara dipisahkan dividen kita dapat 11 persen, dari pendapatan BLU kita dapatkan 13 persen, dan PNPB lainnya 31 persen misal dari aset negara , misal gedung dhanapala disewakan itu masuk PNBP," pungkas dia.

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif