Ilustrasi. FOTO: Media Indonesia
Ilustrasi. FOTO: Media Indonesia

Tren Surplus Neraca perdagangan di 2021 Patut Diapresiasi

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi neraca perdagangan indonesia Ekonomi Indonesia Pemulihan Ekonomi Nasional
Antara • 07 Oktober 2021 09:34
Jakarta: Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Achmad Baidowi mengapresiasi pencapaian surplus neraca perdagangan pada 2021 seiring dengan makin pulihnya sektor usaha yang berorientasi ekspor. Harapannya kondisi tersebut kian membaik di masa-masa mendatang.
 
"Memang tidak sebagus sebelum pandemi, tetapi jika dibandingkan dengan negara lain, itu sudah bagus," kata Baidowi, dilansir dari Antara, Kamis, 7 Oktober 2021.
 
Ia menyakini tren surplus neraca perdagangan yang secara kumulatif pada Januari-Agustus 2021 mencapai USD19,17 miliar ini akan terus berlanjut. Baidowi optimistis kinerja ekspor nasional yang saat ini memberikan kontribusi 17 persen terhadap PDB akan terus menopang pertumbuhan ekonomi melalui upaya optimal Kementerian Perdagangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, menurut dia, pemulihan permintaan di negara tujuan ekspor seperti Tiongkok dan AS serta membaiknya harga komoditas seperti CPO bisa menjadi pemicu kenaikan ekspor di masa depan.
 
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan pada Agustus 2021 sebesar USD4,74 miliar atau tertinggi sejak Desember 2006. Surplus ini juga merupakan yang ke-16 kali beruntun sejak Mei 2020.
 
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani memperkirakan surplus neraca perdagangan pada 2021 akan melampaui pencapaian pada tahun lalu yang mencapai USD21,73 miliar.
 
"Potensi kesempatannya ada. Jadi, Indonesia dianggap oleh mata dunia makin baik reputasinya dari sisi delivery, harga mulai kompetitif, kualitas juga bagus," katanya.
 
Ia mengharapkan pemerintah tidak berpuas diri dan terus melakukan diversifikasi maupun penetrasi ke pasar ekspor baru untuk memperkuat kinerja perdagangan kedepannya.
 
Ketua Bidang Perdagangan Apindo Benny Soetrisno juga menuturkan lonjakan perdagangan saat ini berbanding lurus dengan penurunan kasus covid-19 yang diupayakan oleh pemerintah.
 
Pencapaian ekspor ini juga tidak hanya disebabkan oleh adanya pembenahan di dalam negeri, tetapi juga tidak terlepas dari hasil diplomasi dan pembukaan akses perdagangan ke beberapa negara tujuan ekspor nontradisional.
 
"Kementerian Perdagangan membuka akses pasar ekspor ke beberapa negara nontradisional, di antaranya Afrika, Eropa tengah, dan Amerika Selatan, sehingga terjadi lonjakan ekspor," pungkasnya.
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif