Sektor manufaktur bisa menjadi salah satu cara jitu menekan defisit transaksi berjalan. FOTO: dok MI.
Sektor manufaktur bisa menjadi salah satu cara jitu menekan defisit transaksi berjalan. FOTO: dok MI.

Tiga Cara Efektif Atasi Defisit Transaksi Berjalan

Ekonomi defisit transaksi berjalan
Nia Deviyana • 03 September 2019 15:22
Jakarta: Menggenjot aliran modal asing atau Foreign Direct Investment (FDI) memang bisa membantu menekan defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD). Namun, jika hanya menarik FDI, tidak akan efektif.
 
Menurut Direktur Riset Center of Reform on Economics atau CORE Indonesia Piter Abdullah Redjalam, perlu ada perubahan struktur perekonomian secara menyeluruh untuk mengatasi defisit. Di samping itu, ada beberapa upaya lain yang mesti dimaksimalkan.
 
Pertama, membangun industri manufaktur guna meningkatkan nilai tambah komoditas ekspor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selama ini, Indonesia bergantung pada produk komoditas seperti pertambangan dan perkebunan. Sehingga pada waktu harga komoditas turun, nilai ekspor juga turun. Kalau industri manufaktur kuat, kita tidak selalu mengekspor barang mentah, dan nilainya juga tinggi," jelas Piter saat dihubungi Medcom.id, Selasa, 3 September 2019.
 
Kedua, pentingnya memperbaiki neraca perdagangan jasa yang mencakup pariwisata, industri asuransi, perkapalan, dan pelayaran.
 
"Sayangnya pariwisata kita tidak sehebat yang dibanggakan. Bali, misalnya, masih kalah dengan Bangkok dan Kuala Lumpur," tuturnya.
 
Langkah ketiga, menurut Piter, berkaitan dengan masuknya modal asing atau Foreign Direct Investment (FDI). Piter menilai kurangnya regulasi mengenai FDI justru membuat instrumen tersebut hanya sebagai solusi jangka pendek untuk menutupi defisit, bukan menyelesaikannya.
 
"Jadi dalam balance of payment itu ada dua neraca besar. Pertama CAD kita yang selalu defisit. Kedua, adalah aliran neraca modal. Aliran FDI akan masuk ke neraca modal dan akan menutupi CAD. Tapi ketika investor mulai mendapatkan keuntungannya, dana itu ditarik kembali, dan terjadi defisit lagi," paparnya.
 
Agar dana asing efektif menekan CAD, pemerintah perlu membuat regulasi untuk menahan investor menarik dananya ketika sudah mendapatkan keuntungan.
 
"Memang perlu terobosan. Misal ketika ada orang Tiongkok investasi di indonesia, saat keuntungan sudah ada, dananya tidak boleh langsung dibawa ke negara asal. Harus ditahan dulu beberapa tahun," jelasnya.
 
Terakhir, untuk mengatasi CAD pemerintah bisa memaksimalkan neraca pendapatan sekunder yang bersumber dari devisa negara. "Neraca pendapatan sekunder dari TKI kita di luar, sebetulnya masih bisa dioptimalkan," pungkasnya.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif