Menteri Keuangan Sri Mulyani - - Foto: Antara/ Aprillio Akbar
Menteri Keuangan Sri Mulyani - - Foto: Antara/ Aprillio Akbar

Sri Mulyani Tak Alergi dengan Pinjaman Asing

Ekonomi sri mulyani pinjaman luar negeri Berita Virus Corona Hari Ini
Eko Nordiansyah • 13 Mei 2020 21:06
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku tidak alergi dengan tawaran pinjaman asing ke Indonesia. Pernyataan tersebut menyusul banyaknya tawaran pembiayaan oleh sejumlah lembaga multilateral untuk penanganan pandemi virus korona dan pemulihan ekonomi dalam negeri.
 
"Kita enggak ada yang disebut alergi, namun kita tetap sesuaikan sumber-sumber yang kita butuhkan dan kita akan gunakan itu secara optimal dan hati-hati. Itu supaya defisit financing tetap bisa dibiayai secara baik," katanya dalam diskusi virtual di Jakata, Rabu, 13 Mei 2020.
 
Lembaga multilateral tersebut antara lain Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB), Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), serta Islamic Development Bank (IDB) menawarkan sejumlah pembiayaan. Bahkan, mereka menaikkan jumlah pinjaman yang ditawarkan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski begitu, pemerintah tidak sembarangan dalam menggunakan pinjaman asing untuk membiayai penanganan covid-19. Menkeu menyebut pemerintah memiliki sumber pembiayaan lain sebelum memutuskan pinjaman asing.

 
"Pertama, pembiayaan dari sumber pemerintah sendiri seperti dana abadi. Kedua, kita membuka BI bisa melakukan pembelian SBN di pasar perdana sehingga mengurangi pressure market. Ketiga, kita melalui lembaga multilateral dan bilateral," ungkapnya.
 
Pemerintah sebelumnya memperkirakan defisit anggaran tahun ini sebesar 5,07 persen. Sementara kebutuhan pembiayaan untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 mencapai Rp1.439,8 triliun. Jumlah itu terdiri dari penarikan pinjaman sebesar Rp150,5 triliun, dan penerbitan SBN Rp1.289,3 triliun.
 
Dari kebutuhan anggaran tersebut, pemerintah berencana menerbitkan SBN untuk kuartal II sampai kuartal IV sebesar Rp856,8 triliun. Jika pemerintah memiliki saldo anggaran lebih (SAL) dan global bonds sebesar Rp300 triliun, maka penerbitan SBN dalam negeri diperkirakan sebesar Rp506,8 triliun.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif