Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan seharusnya pertumbuhan industri manufaktur lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi. Hal ini sebagaimana yang sudah dilakukan oleh Korea Selatan, Tiongkok, termasuk juga Vietnam.
"Sementara kita sudah lebih dari 10 tahun kita tumbuhnya di bawah pertumbuhan ekonomi nasional, dan sekarang hanya 4,27 persen pertumbuhannya. Ini harus jadi agenda ke depan," kata dia, dalam diskusi di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 9 April 2019.
Dirinya mencontohkan salah satu industri manufaktur yang bisa dikembangkan oleh Indonesia adalah produk olahan kayu seperti furnitur. Apalagi Indonesia memiliki sumber daya yang ada di dalam negeri, sehingga potensi mengembangan industri hilirnya cukup terbuka.
Sayangnya, lanjut dia, Indonesia belum menjadi pengekspor utama furnitur meskipun ekspor kayu Indonesia merupakan yang utama. Indonesia kalah dari negara Tiongkok maupun negara Eropa lainnya yang bisa mengolah kayu menjadi barang bernilai tambah.
"Pada 2001 kita eksportir (furnitur) nomor 12, di 2017 turun jadi 17. Tapi kita tetap eksportir kayu terbesar. Ke mana ekspornya? ke Tiongkok. Tiongkok yang kemudian kelola bahan baku kayu untuk hasilkan nilai tambah lebih besar yaitu furniture. Jadi ini contoh bagaimana kita harus bangun industri hilir," jelas dia.
Meski demikian, Indonesia juga diharuskan menyiapkan industri hulu sebagai penopang utama industri manufaktur. Jika tidak, impor bahan baku dari luar negeri akan membanjiri Indonesia. Hal ini membuat daya saing industri Indonesia kalah dari negara lain.
Faisal mencontohkan, pemerintah pernah mengeluarkan kebijakan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) untuk industri telepon seluler pada 2014. Namun karena tidak didukung industri hulu yang memadai, impor komponen telepon seluler justru mengalami peningkatan.
"Impor telepon memang turun, tapi di sisi lain impor untuk parts atau komponennya mengalami peningkatan, karena TKDN itu belum jalan baik. Karena industri tumbuhnya belum siap untuk men-support industri hilir yang masuk ke dalam negeri. Jadi ini pekerjaan rumah ke depan untuk bangun industri hulu," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News