Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: MI/Pius Erlangga
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: MI/Pius Erlangga

Kejar Penerimaan Pajak 2022, Sri Mulyani Janji Manfaatkan Data Tax Amnesty Jilid I

Ekonomi Sri Mulyani tax amnesty penerimaan pajak
Eko Nordiansyah • 08 Juni 2021 19:04
Jakarta: Panitia Kerja (Panja) Komisi XI DPR meminta pemerintah agar memaksimal data tax amnesty tahun 2016 dan informasi keuangan untuk meningkatkan penerimaan pajak. Apalagi penerimaan perpajakan tahun depan ditargetkan sebesar Rp1.499,3 triliun hingga Rp1.528,7 triliun.
 
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambut usulan tersebut dan menjamin bahwa pemerintah tetap akan memanfaatkan data dari tax amnesty jilid I tersebut demi mengejar penerimaan pajak, termasuk rekomendasi lainnya.
 
"Rekomendasi panja yang akan kita gunakan baik follow up tax amnesty, kemudian mengenai basis pajak, dan penerimaan yang lain termasuk tadi dari cukai," kata dia dalam rapat kerja di Jakarta, Selasa, 8 Juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada 2022, pendapatan negara ditargetkan bisa mencapai 10,18 sampai dengan 10,44 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Artinya, pendapatan negara tahun depan ditargetkan antara Rp1.823,5 triliun hingga Rp1.895,4 triliun.
 
Selain penerimaan perpajakan, pendapatan negara pada 2022 juga berasal dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar 1,8 hingga dua persen PDB atau Rp322,4 triliun hingga Rp363,1 triliun, serta hibah sebesar Rp1,8 triliun hingga Rp3,6 triliun.
 
Khusus untuk penerimaan dari sektor PNBP, ia menyebut, pergerakannya akan dipengaruhi oleh faktor harga komoditas dan nilai tukar rupiah. Sri Mulyani menambahkan, ada beberapa hal yang tetap harus diwaspadai oleh pemerintah pada tahun depan.
 
Menurut Sri Mulyani, pemerintah juga terbuka untuk melakukan perluasan basis cukai demi mendorong penerimaan perpajakan. Namun ia memastikan bahwa perluasan dari barang kena cukai akan dilakukan secara hati-hati dengan berbagai pertimbangan.
 
"Karena cukai memang instrumen yang sangat penting untuk mengendalikan konsumsi, namun bisa juga kemudian dilihat sebagai sumber penerimaan negara. Kami nanti akan menyiapkan dan berkomunikasi terus dari Komisi XI," ungkapnya.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif