Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. Foto : Bappenas.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. Foto : Bappenas.

Tingkat Produktivitas Rendah Masih Jadi Persoalan Indonesia

Antara • 22 November 2021 15:41
Depok: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso https://m.medcom.id/tag/1769/bappenasMonoarfa mengatakan tingkat produktivitas yang masih rendah masih menjadi isu dalam 30 tahun di Tanah Air.
 
"Dan kita tidak pernah loncat dalam tingkat produktivitas," katanya dikutip dari Antara, Senin, 22 November 2021.
 
Suharso menyampaikan hal tersebut saat sambutan utama pada wisuda secara daring Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Banking School (STIE-IBS). Ia menyampaikan penyebab rendahnya produktivitas karena jarang sekali mahasiswa diajarkan Total Factor Productivity (TFP).

"Padahal ini penting untuk mendorong capital dalam pertumbuhan ekonomi, dan regulasi kita masih tertinggal," katanya.
 
Dia menyatakan ekonomi dunia sudah berubah dipimpin oleh destruksi teknologi dan model bisnis sudah berubah, begitu juga dengan model keuangan juga telah berubah.
 
Permintaan sumber daya manusia (SDM), kata dia, juga berubah sehingga membutuhkan upscaling dari SDM untuk menghasilkan tenaga kerja yang terampil.
 
Dalam 12 tahun terakhir, katanya, perekonomian Indonesia cenderung tumbuh di bawah potensialnya. Menurut dia banyak alasan yang menjadi penyebabnya.
 
"Satu hal yang perlu dicatat adalah bahwa mengapa kita masih lower middle income, salah satunya adalah tingkat produktivitas kita yang masih rendah itu," katanya.
 
Ia menekankan kemajuan sebuah negara ditentukan oleh tingkat kompleksitas ekonominya. Oleh karena itu, makin tinggi tingkat kompleksitas ekonominya, maka negara itu makin baik. Sayangnya, kata dia, Indonesia memiliki tingkat kompleksitas ekonomi yang sangat rendah. Bahkan, di Asia saja sangat rendah.
 
"Kompleksitas itu didorong oleh inovasi. Sayangnya, inovasi kita masih rendah. Semoga para banker aware soal ini," jelasnya.
 
Oleh karena itu, Suharso Monoarfa menyatakan penting untuk fokus pada Human Capital Index dan bukan lagi Human Development Index.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan