"Pemerintah mendorong pemulihan ekonomi dengan pagu sebesar Rp744,77 triliun dan ini terbagi di sektor kesehatan, realisasinya 46,8 persen," kata dia, dalam sebuah webinar, Rabu, 29 September 2021.
Realisasi anggaran kesehatan dalam program PEN mencapai Rp100,5 triliun dari pagu Rp214,96 triliun. Selanjutnya, realisasi perlindungan sosial sudah mencapai Rp116,02 triliun dari pagu Rp186,64 triliun, dan program prioritas Rp60,7 triliun dari pagu Rp117,94 triliun.
Selanjutnya, dukungan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan korporasi realisasi anggarannya sudah mencapai Rp68,38 triliun dari pagu Rp162,4 triliun. Terakhir untuk insentif usaha realisasinya sebesar Rp59,08 triliun dari pagu Rp62,83 triliun.
"Perlindungan sosial realisasinya 62,2 persen, program prioritas padat karya realisasi 51,5 persen. Dukungan UMKM dan korporasi 42,1 persen dan insentif usaha 94 persen," ungkap dia.
Untuk tahun ini, pemerintah menambah alokasi anggaran program PEN dari Rp699,43 triliun menjadi Rp744,75 triliun. Kenaikan terjadi untuk perlindungan sosial dari Rp153,86 triliun menjadi Rp187,84 triliun dan kesehatan dari Rp193,93 triliun menjadi Rp214,95 triliun.
Sementara itu, alokasi anggaran untuk program lain masih tetap sama yaitu insentif usaha Rp62,83 triliun dan program prioritas Rp117,94 triliun. Hanya anggaran dukungan UMKM yang mengalami penurunan dari Rp171,77 triliun menjadi Rp161,20 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News